Kepala Desa Medali Miftahuddin mengatakan, ruwah desa merupakan tradisi yang sudah turun-temurun digelar sebagai wujud syukur masyarakat. Tahun ini, terdapat delapan kegiatan utama yang berlangsung selama delapan hari dari Selasa (14/3) sampai Selasa (20/3). Rangkaian bertajuk Ruwah Desa Medali dan Puncak Satu Abad NU ini telah diawali dengan kegiatan ziarah ke enam makam sesepuh desa, kemarin.
”Perangkat dan lembaga desa ke makam sesepuh untuk mendoakan dan supaya acara ini membawa berkah dan manfaat,” ungkapnya. Miftah merinci, setelah ziarah makam, rangkaian ruwah desa akan dilanjut dengan kegiatan Ngaji Bareng Gus Miftah pada Rabu (15/3). ”Ngaji bareng ini menjadi pembuka rangkaian ruwah desa,” imbuhnya.
Selain melestarikan tradisi, ruwah desa ini juga untuk menggerakkan ekonomi warga. Selama dua hari, 17-18 Maret, digelar kegiatan Pekan Bazar UMKM yang memamerkan produk-produk unggulan desa. Rangkaian ruwat desa dilanjut dengan kegiatan Kirab Budaya pada Minggu (19/3).
Rangkaian nantinya ditutup melalui puncak acara pada Senin (20/3). Ada empat acara yang digelar seharin penuh yakni Khotmil Guran, Bari’an, Ziarah Makam Bersama, serta Medali Bersalawat. ”Puncaknya pada Medali Bersalawat ini,” tandasnya. (adi/ron)
Editor : Fendy Hermansyah