PULUHAN motif batik khas Kabupaten Mojokerto dipopulerkan melalui Fashion Show dalam event kreatif MajaFest 2022 besutan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Keolahragaan dan Pariwisata (Disbudporapar) di Paseban Agung, Kecamatan Trawas, Jumat (26/8) malam. Penampilan batik khas Mojokerto tersebut diperagakan seluruh para pejabat Pemkab Mojokerto bersama pasangannya dalam event tersebut.
Peragaan batik khas tersebut dibawakan Wakil Bupati Muhammad Albarraa bersama Ketua TP PKK Kabupaten Mojokerto, Shofiya Hanak Al Barra, Pemimpin Bank Jatim Cabang Mojokerto, R Deni Mahendra beserta istri, Kepala OPD, Kabag, hingga para Camat se-kabupaten.
Menggunakan outfit batik beragam motif khas Kabupaten Mojokerto bernuansa Majapahitan, mereka berjalan di atas catwalk bak model. Fashion show yang diprakarsai Bupati Ikfina Fahmawati ini pun sangat menghibur para pengunjung yang hadir.
Batik-batik hasil produk perajin Mojokerto ini juga dipatenkan pemda sebagai bentuk apresiasi para pelaku ekonomi kreatif dalam sebuah buku Chanting Majapahit yang ikut di-launching. ’’Melalui fashion show ini kita ingin supaya masyarakat paham dan tau apa sih motif kekhasan batik Kabupaten Mojokerto. Jadi, ada lebih dari 60 batik yang kita tampilkan, dan ini semua batik asli khas Kabupaten Mojokerto,’’ ungkap Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati.
Disebutnya, fashion show ini menjadi serangkaian MajaFest yang spesial. Sekaligus menjadi ajang promosi dan mengenalkan batik khas Kabupaten kepada khayalak luas. Dengan peragaan ini, pemda punya harapan besar, jika produk unggulan yang menjadi karya masyarakat Kabupaten Mojokerto ini betul-betul bisa dikenakan dengan baik. Juga, mempunyai nilai artistik yang tinggi dan tentunya bisa menceritakan kepada dunia.
Selain batik, ada juga tenun khas Kabupaten Mojokerto satu-satunya yang dimiliki. Tenun buatan warga asal Desa Kedunguneng, Kecamatan Bangsal ini juga dipakai para pejabat pemkab dalam menghadiri penutupan MajaFest, Sabtu malam (27/8). ’’Pemkab Mojokerto juga berkomitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup. Kita ingin mengembangkan kreasi-kreasi anak bangsa dalam lembaran kain batik dengan motif-motif yang tidak bisa dilepaskan dari budaya peninggalan Kerajaan Majapahit dan berbahan alam,’’ jelasnya.
Kekayaan alam, seni, budaya, dan produk ekraf itu tak lain sebagai wujud Mojokerto Full of Majapahit Greatness yang berarti ’’Penuh Dengan Kemegahan Majapahit’’. Tak kalah penting, dengan fashion show dan pemakaian tenun khas daerah yang dimulai dari lingkungan pemerintah sendiri diharapkan berdampak pada peningkatan daya jual beli, sekaligus bisa mendongkrak ekonomi masyarakat.
Sehingga, MajaFest 2022 ini, menjadi langkah tepat Pemda untuk pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat, sebagaimana memaknai HUT Kemerdekaan RI ke-77. ’’Jadi, bagaimana kita bersama-sama berusaha untuk mendongkrak ekonomi Kabupaten Mojokerto melalui karya-karya masyarakat Kabupaten Mojokerto dalam lembaran-lembaran yang penuh makna dan filosofi,’’ tuturnya.
Sebagai pembuka, para pengunjung juga dimanjakan tari Mayang Rontek. Tari tradisional khas Kabupaten Mojokerto yang bernuansa praja Majapahit. Dilanjut dengan peragaan para model dengan outfit batik bertemakan Menuju Muslim Dunia. Menariknya busana yang dikenakan ini hasil desain kolaborasi Bupati Ikfina Fahmawati dan dr Mohammad Saian M, serta dijahit oleh para pelajar SMKN 1 Sooko, Kabupaten Mojokerto.
Sebagai bentuk apresiasi penghargaan ikut diberikan kepada Kepala SMKN 1 Sooko dan dr Ian. Ikfina juga memberikan penghargaan kepada perajin ternama yang karyanya sudah banyak diminati masyarakat. Meliputi, Batik Negi Tulis Majapahit, Batik Beba, Minoux Batik, Batik Cempaka, Batik Putri Gunung, serta perajin tenun satu-satunya di Kabupaten Mojokerto, RH Lestari Tenun. Selain fashion show batik, pengunjung juga dihibur dengan penampilan Trawas Trashion Carnival.
Hadir dalam giat, perwakilan Konjend Jepang, Konjend Australia dan Konjend Belarus. Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto Drs. Teguh Gunarko, Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Mufli Wijaya mewakili Kepala Pusat Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia. (ori/fen)
Editor : Fendy Hermansyah