PERAHU menjadi sarana penting kegiatan perniagaan kuno di kawasan Nusantara hingga Benua Asia. Simpul-simpul perniagaan muncul karena pedagang dari berbagai kawasan bisa berkumpul.
Arkeolog Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Ery Soedewo menjelaskan, terdapat sejumlah temuan perahu kuno yang menunjukkan masifnya aktivitas perdagangan lintas kawasan di Asia.
Selain perahu kuno di Punjulharjo, ada pula perahu sejenis yang ditemukan di Situs Butuan, Mindanao, Filipina, dan Situs Perahu Kadakkarapally yang ditemukan di pesisir Malabar, negara bagian Kerala, India.
”Teknologi perahu yang serupa ini ditemukan mulai dari Filipina hingga ke Asia Selatan di pesisir barat India,” katanya saat menjadi pembicara di webinar Majapahit dan Nusantara: Membaca Kembali Konsep Wilayah, Kekuasaan, dan Konektivitas, yang digelar Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur, Kamis (27/8).
Ery menyebut, keberadaan perahu menjadi salah satu pendukung konektivitas perdagangan lintas kawasan di Nusantara dan Asia. Para pedagang menggunakan perahu untuk mengangkut komoditas lokal bernilai ekonomi tinggi, seperti rempah-rempah, kamper sebagai produk dari getah aromatik, dan kemenyan.
”Masuknya beragam produk manufaktur mancanegara juga menjadi pendukung kesinambungan kawasan Nusantara,” imbuhnya. Produk manufaktur itu antara lain barang-barang impor yang beredar di Majapahit, seperti keramik dari Tiongkok. (adi/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto