
JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Indonesia berada di kawasan Ring of Fire yang menyebabkan tingginya potensi bencana. Banyaknya gunung api aktif di kawasan ini menyebabkan gempa dan erupsi.
Masyarakat Indonesia harus siap hidup berdampingan dengan potensi bencana karena bencana memang tidak bisa dihindari. Dampak dari bencana bisa diminimalisir dengan kesiagaan warganya untuk menurunkan risiko korban jiwa dan kerugian.
Mengapa Gempa dan Erupsi Gunung Sering Terjadi?
Indonesia sendiri berlokasi di pertemuan tiga lempeng tektonik, yaitu Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Pasifik. Lempeng tektonik terus bergerak sehingga terjadi subduksi. Pergesekan lempeng tersebut menimbulkan tekanan sehingga melepaskan gelombang seismik berupa gempa bumi.
Tabrakan lempeng juga mendorong batuan masuk ke dalam bumi dan meleleh menjadi magma. Magma yang ringan dan dipenuhi gas dengan tekanan tinggi akan terdorong naik ke permukaan bumi dan meletus sebagai erupsi.
Karena berada di Ring of Fire, Indonesia memiliki setidaknya 127 gunung api aktif dengan bermacam tipe dan jumlahnya terbanyak di dunia. Sehingga, selama lempeng bumi terus bergerak, gempa dan erupsi gunung akan terus berulang terjadi.
Saat sedang terjadi, gempa bumi dan erupsi gunung umumnya tidak hanya terjadi sekali. Biasanya akan terjadi gempa susulan dan erupsi selanjutnya dalam rentang waktu yang berdekatan.
Cara Menghadapi Gempa dan Erupsi Gunung
Berikut hal-hal yang harus diperhatikan dalam menghadapi gempa bumi:



