Perahu menjadi salah satu alat transportasi andalan di masa Kerajaan Majapahit. Kendaraan air yang terbuat dari kayu ini mampu mengangkut beban hingga 350 ton.
SALAH satu perahu peninggalan era Jawa kuno ditemukan di Situs Punjulharjo, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Analisis radiokarbon terhadap sampel tali ijuk perahu menunjukkan sarana transportasi tersebut berasal dari abad ke-7 sampai ke-8 Masehi, sekitar 500 tahun sebelum Majapahit berdiri.
”Situs perahu ini ada di dekat pantai utara Jawa,” kata arkeolog Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Ery Soedewo, dalam webinar Majapahit dan Nusantara: Membaca Kembali Konsep Wilayah, Kekuasaan, dan Konektivitas, yang digelar Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur, Kamis (27/8).
Perahu kuno Punjulharjo memiliki ukuran panjang 17,9 meter dan lebar 5,6 meter. Para peneliti menyimpulkan perahu ini terbuat dari jenis kayu ulin yang dibuat dengan teknik penyambungan antarpapan, teknik papan ikat, dan kupingan peningkat.
Ery menyatakan, jenis perahu manual itu kemungkinan besar masih digunakan hingga masa Majapahit. Berdasarkan hasil rekonstruksi, lanjutnya, perahu kuno yang ditemukan di kawasan Nusantara memiliki dua layar dengan kemudi yang cukup panjang. Mengingat ukurannya, perahu dimungkinkan mengangkut beban hingga 350 ton. ”Muatan yang bisa diangkut dengan perahu jenis ini hingga 350 metrik ton,” ujarnya.
Penelitian menunjukkan perahu yang ditemukan di Punjulharjo kemungkinan digunakan masyarakat untuk keperluan pelayaran jarak jauh. Hipotesis ini diperkuat dengan telah terbentuknya budaya maritim di Nusantara dan Asia pada masa lampau. (adi/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto