Berada dalam Zona Inti Kawasan Situs Klinterejo
SOOKO - Struktur bata kuno yang terpendam di bawah jalan sebelah timur Situs Klinterejo, Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko menjadi salah satu temuan penting dalam ekskavasi lanjutan pada 18-26 Mei lalu.
Dari situ mengindikasikan jika pagar keliling sisi timur kompleks petilasan Tribhuwana Tunggadewi ada di bawah aspal jalan. Praktis, bagian dari ruas jalan penghubung Desa Panggih-Klinterejo itu dimungkinkan menjadi cagar budaya. Apalagi, letak jalan tepat di dalam zona inti Situs Klinterejo atau Bhre Kahuripan. ”Situs Klinterejo ini juga sudah masuk dalam kawasan cagar budaya,” ujar Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jawa Timur Endah Budi Heryani, kemarin (9/6).
Merujuk pada UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, lanjut Endah, kawasan cagar budaya memiliki satuan ruang geografis yang memiliki dua situs cagar budaya atau lebih. Hal ini persis seperti pola keruangan kompleks Situs Klinterejo. ”Letaknya berdekatan dan memperlihatkan ciri tata ruang yang khas,” jelas Endah.
Namun, aspal jalan seluas 4 x 1 meter yang sebelumnya digali untuk titik tes pit kini telah ditutup kembali untuk mobilitas warga. Di titik timur laut candi utama tersebut sebelumnya ditemukan struktur pilar sekaligus sudut pagar keliling berdimensi 3,3 meter yang mengarah lurus ke selatan mengikuti badan jalan.
Sehingga bukan tidak mungkin, ke depan jalan kabupaten itu akan dibuka untuk menampakkan seluruh struktur pagar yang terpendam. Meski begitu, Endah belum bisa menyampaikan jelas kapan dan bagaimana langkah lanjutan penyelamatan cagar budaya ini dilakukan.
Sementara itu, Kepala Desa Klinterejo Zainal Abidin menyatakan mendukung penuh upaya pelesatrian cagar budaya pada kompleks Situs Klintrejo ini. Termasuk jika ke depannya dimungkinkan ruas jalan sebelah timur situs tersebut ditutup permanen. ”Kalaupun nanti harus begitu, tidak masalah. Alternatifnya warga bisa lewat jalan desa di sebelah barat lapangan, jadi masih ada akses,” ungkapnya.
Diperkirakan, pagar keliling sisi timur yang terpendam di bawah jalan memiliki panjang sekitar 180 meter. Sesuai jarak antara pagar sisi utara dan selatan candi telah ditampakkan yakni berjarak sekitar 90 meter. (vad/ris)
Editor : Fendy Hermansyah