Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

SMKN 1 Mojoanyar Membentuk Karakter Religius dan Menguatkan Ketahanan Pangan

I
Penulis: Indah Oceananda❯
INOVATIF: Kepala SMKN 1 Mojoanyar Elfi Sukaisih mengenalkan lahan, kebun, tanaman, serta ketahanan pangan kepada murid sebagai bentuk nyata Program SIKAP.
INOVATIF: Kepala SMKN 1 Mojoanyar Elfi Sukaisih mengenalkan lahan, kebun, tanaman, serta ketahanan pangan kepada murid sebagai bentuk nyata Program SIKAP.

Advertisement

 Dengan semangat menyambut keluarga baru, SMKN 1 Mojoanyar menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah tahun ajaran baru 2026/2027. Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi murid baru untuk mengenal lingkungan, budaya belajar, tata tertib, dan program utama sekolah.

MPLS Ramah di SMKN 1 Mojoanyar menguatkan dua program, yakni peningkatan iman dan takwa serta Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan atau SIKAP. Dua program ini menjadi cara membina murid yang religius, mandiri, produktif, dan peduli lingkungan. 

Karakter religius dibentuk melalui salat Duha, salat Jumat, membaca dan menghafal Alquran, doa bersama, serta kegiatan keagamaan lain. Dengan harapan melatih disiplin ibadah, kerukunan, kejujuran, santun, peduli, serta penuh tanggung jawab. ”Sekolah berharap nilai agama menjadi pedoman murid saat belajar, bergaul, dan memakai ilmu dengan baik dan benar,” terang Kepala SMKN 1 Mojoanyar Elfi Sukaisih. 

Advertisement

RELIGIUS: Para murid saat mengikuti salat Duha, salat Jumat, dan tahfiz Alquran untuk menguatkan iman, takwa, dan akhlak.
RELIGIUS: Para murid saat mengikuti salat Duha, salat Jumat, dan tahfiz Alquran untuk menguatkan iman, takwa, dan akhlak.
 

Dia  menyampaikan, program SIKAP mengajak murid memahami arti penting pangan lewat aksi nyata di sekolah. Para murid dikenalkan cara pemanfaatan lahan, pengelolaan kebun, proses penanaman, pemeliharaan tanaman, kebersihan lingkungan, hingga tahap olahan pangan sederhana. ”Kegiatan ini melatih kerja sama, disiplin, ide baru, sikap tekun, dan tanggung jawab pada alam. Yang di mana dua program utama itu memang saling menguatkan,” imbuhnya. 

Kegiatan iman dan takwa membangun dasar moral, sedangkan SIKAP menumbuhkan sikap mandiri, peduli, dan produktif. Program lain juga turut dikenalkan, seperti pendidikan disiplin bersama TNI dan Polri, pengenalan konsentrasi keahlian dan industri, pendidikan demokrasi bersama Bawaslu, Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah (GAMAS), pencegahan rokok biasa dan elektrik, serta pengondisian gadget untuk belajar.

Advertisement

”Melalui MPLS Ramah, sekolah berharap murid baru mampu beradaptasi dan tumbuh menjadi generasi religius, mandiri, produktif, peduli pangan, serta siap terus belajar dan makin mahir,” tandasnya. Pembiasaan tersebut lantas dilanjutkan secara konsisten di lingkungan sekolah. (oce/ris)

 

Advertisement

Artikel Terkait

Berkas Perpanjangan Kontrak PPPK Paruh Waktu di Mojokerto Masih Diverifikasi

Berkas Perpanjangan Kontrak PPPK Paruh Waktu di Mojokerto Masih Diverifikasi

Tahapan perpanjangan kontrak Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di lingkup Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto telah tuntas. Usulan tersebut kini

Jumlah Mapel TKA SMA/SMK di Mojokerto Bertambah

Jumlah Mapel TKA SMA/SMK di Mojokerto Bertambah

Selain penggabungan dan perubahan skema, pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun ini juga mengalami perubahan pada mata pelajaran (mapel) yang diujikan. Alokasi waktu pendaftaran TKA juga dirancang lebih panjang g

Sekolah di Mojokerto Diwajibkan Punya Program Ketahanan Pangan

Sekolah di Mojokerto Diwajibkan Punya Program Ketahanan Pangan

MOJOKERTO RAYA - Pembelajaran sekolah tidak melulu di ruang kelas. Pembelajaran juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan lahan. Salah satunya melalui program ketahanan pangan. Itulah yang diterapkan oleh puluhan sekolah

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer