JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Mi instan menjadi salah satu makanan yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Selain praktis dan mudah dibuat, mi instan juga dikenal memiliki harga yang relatif terjangkau sehingga digemari berbagai kalangan.
Popularitas mi instan di Indonesia semakin meningkat saat terjadinya krisis moneter tahun 1998. Pada masa itu, kondisi ekonomi yang sulit membuat masyarakat mencari alternatif makanan yang murah, mengenyangkan, dan mudah didapat.
Mi instan pun menjadi pilihan banyak orang karena dapat dinikmati dengan harga terjangkau namun tetap memiliki rasa yang lezat. Tidak heran, makanan ini kemudian semakin melekat di kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.
Baca Juga: Hari Raya Kurban: Kapan Idul Adha 2026 Ditentukan Pemerintah
Meski begitu, sejarah mi instan sebenarnya sudah dimulai lebih dulu di Jepang. Mi instan pertama kali diperkenalkan oleh Momofuku Ando pada tahun 1958 sebagai makanan praktis pasca perang.
Seiring waktu, mi instan masuk ke Indonesia dan berkembang menjadi salah satu industri makanan terbesar di tanah air. Berbagai merek legendaris pun mulai dikenal masyarakat dan tetap populer hingga sekarang.
Beberapa merek mi instan yang cukup melekat di ingatan masyarakat antara lain Indomie, Mie Sedaap, Sarimi, hingga Supermi. Bahkan, beberapa varian rasa seperti mi goreng, soto ayam, kari ayam, hingga rendang menjadi favorit banyak orang dan masih bertahan hingga kini.
Baca Juga: Bikin Foto Gak Kaku, Fitur AI Pose Real-Time Huawei Pura 90 Pro Max Lagi Ramai di Media Sosial!
Selain dikonsumsi sebagai makanan praktis di rumah, mi instan kini juga sering diolah menjadi berbagai menu kreatif di warung makan maupun kafe. Hal tersebut menunjukkan bahwa mi instan bukan lagi sekadar makanan sederhana, tetapi sudah menjadi bagian dari budaya kuliner masyarakat Indonesia.
Meski digemari banyak orang, masyarakat tetap dianjurkan mengonsumsi mi instan secara seimbang dan tidak berlebihan agar kesehatan tubuh tetap terjaga. RIRA
Editor : Imron Arlado