JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Kabupaten Kediri, Jawa Timur, kembali menjadi perhatian public setelah berbagai penemuan situs candi dan artefak kuno yang diduga berasal dari masa Kerajaan Kediri dan Majapahit.
Salah satu penemuan yang paling banyak dibicarakan adalah Situs Adan-Adan di Kecamatan Gurah. Situs ini dianggap memiliki nilai Sejarah besar karena ditemukan struktur batu, arca, hingga makara berukuran besar yang menunjukkan adanya kompleks percandian kuno.
Situs Adan-Adan sebenarnya telah ditemukan sejak tahun 2016. Namun, namanya kembali viral pada tahun 2026 setelah beredar video evsvakasi lama di media sosial. Banyak masyarakat mengiratelah menemukan candi baru yang ukurannya disebut-sebut lebih besar dari Borobudur.
Setelah ditelusuri, video tersebut ternyara merupakan dokumentasi proses penggalian yang dilakukan pada tahun 2022 oleh tim arkeologi.
Menurut para peneliti dari BRIN, penemuan di Kawasan Adan-Adan sangar penting karena diduga berasal dari abad ke-11 hingga ke-12, masa kejayaan Kerajaan Kediri. Di lokasi tersebut ditemukan berbagai pecahan batu candi, arca dwarapala, dan struktur bangunan yang menunjukkan adanya pusat kegiatan keaagamaan Hindu-Budha pada masa lampau.
Baca Juga: English on The Radar: Belajar Bahasa Inggris dari Lagu BTS “2.0”
Selain Situs Adan-Adan, kediri juga memiliki sejumlah candi bersejarah lainnya seperti Candi Surowono, Candi Tegowangi, Candi Gurah, dan Candi Klotok. Candi-candi tersebut menjadi bukti bahwa wilayah kediri pernah menjadi pusat peradaban penting di Jawa Timur.
Candi Gurah, misalnya, pertama kali ditemukan pada tahun 1957 di lahan milik warga. Namun karena kurangnya pemahaman masyarakat saat itu, situs tersebut sempat ditimbun kembali dan baru ditemukan lagi pada tahun 2007. Para arkeolog menduga Candi Gurah dan Candi Tondowongso merupakan bagian dari kompleks percandian yang luas.
Sementara itu, Candi Klotok yang berada di kawasan hutan Gunung Klotok juga menarik perhatian peneliti. Berbagai artefak yang ditemukan di sekitar lokasi menunjukkan adanya aktivitas perdagangan kuno, termasuk pecahan keramik dari Dinasti Yuan asal Tiongkok yang diperkirakan berasal dari abad ke-14.
Penemuan candi-candi di Kediri membuktikan bahwa wilayah ini memiliki sejarah panjang sebagai pusat budaya dan keagamaan di masa lalu. Selain menjadi sumber ilmu pengetahuan bagi para peneliti, situs-situs tersebut juga dapat dijadikan destinasi wisata edukasi untuk mengenalkan sejarah Indonesia kepada generasi muda.
Dengan terus dilakukannya penelitian dan pelestarian, bukan tidak mungkin masih banyak situs bersejarah lain yang tersembunyi di wilayah Kediri dan belum ditemukan hingga sekarang.
NENSI
Editor : Imron Arlado