Selain mengandalkan hasil pertanian, masyarakat Majapahit memenuhi kebutuhan pangan dengan menjadi nelayan. Mereka beraktivitas mencari ikan di laut dan air tawar.
Arkeolog asal Kota Mojokerto Edi Triharyantoro mengungkapkan, nelayan menjadi salah satu pilar ketahanan pangan Majapahit. Menurutnya, di zaman itu sudah banyak masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan. Indikasinya adanya penemuan berbagai alat penangkap ikan. ”Seperti jala dan pukat,” ujarnya.
Menurutnya, praktik menangkap ikan laut, sungai, dan danau diyakini sudah ada sejak era sebelum Majapahit. Hal ini, lanjut dia, sebagaimana tergambar di relief Candi Borobudur. ”Di sana itu kan ditunjukkan secara jelas bagaimana masyarakat zaman dulu mencari ikan, juga bertani, dan berburu,” tutur anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Jawa Timur, tersebut.
Edi mengatakan, sejumlah temuan benda purbakala terkait aktivitas nelayan juga memperkuat aktivitas mencari ikan sebagai penggerak ekonomi. Salah satunya situs perahu kuno di kawasan pesisir laut utara Jawa di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. (adi)
Editor : Fendy Hermansyah