Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Situs Beloh di Mojokerto Masuk Daftar Rencana Ekskavasi

Martda Vadetya • Kamis, 30 April 2026 | 09:59 WIB
DIDETEKSI: Tim arkeolog BP Kebudayaan Jawa Timur melakukan pendataan geodetik pada temuan struktur bata kuno di Desa Beloh, Kecamatan Trowulan. (Martda JPRM)
DIDETEKSI: Tim arkeolog BP Kebudayaan Jawa Timur melakukan pendataan geodetik pada temuan struktur bata kuno di Desa Beloh, Kecamatan Trowulan. (Martda JPRM)

 

 

Disbudporapar Tunggu Penyesuaian Anggaran di Akhir Tahun 

KABUPATEN - Situs Beloh menjadi salah satu temuan penting teranyar di Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Towulan. Hal ini membuat Pemkab Mojokerto mempertimbangkan situs purbakala di Desa Beloh, Kecamatan Trowulan, itu bisa diekskavasi tahun ini. ’’Temuan Situs Beloh ini bisa jadi opsi ketika nanti kami sudah dapat anggaran di PAK akhir tahun nanti,’’ ungkap Kabid Kebudayaan Disbudporapar Kabupaten Mojokerto Riedy Prastowo, Selasa (28/4). 

Menurutnya, hasil survei penyelamatan dari Balai Pelesatarian Kebudayaan Jawa Timur menunjukkan banyak temuan purbakala yang signifikan. Terutama untuk kepentingan ilmu pengetahuan dan sejarah Majapahit. ’’Kita sudah koordinasi langsung dengan tim arkeolognya. Tapi, nanti teknisnya kita menunggu rekomendasi resmi dari BP Kebudayaan Jatim juga,’’ ujar Riedy. 

Gayung bersambut, senada diutarakan Tim Kerja Penyelamatan, Pengamanan, dan Advokasi (PPA) Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur, Ning Suryati. Pada survei penyelamatan kurun 20-23 April, tim arkeolog menemukan banyak temuan dan data baru untuk melengkapi kajian sejarah Majapahit.

Mulai dari struktur bata kuno pada di lahan 12 x 21 meter persegi yang diduga sisa permukiman masyarakat Majapahit yang keberadaannya tak jauh dari Situs Waduk Domas. Hingga sejumlah temuan lepas berupa lumpang, uang kepeng, jambangan, fragmen keramik dan gerabah, dan kail kuno dari perunggu. 

’’Bisa dibilang (Situs Beloh, Red) ini temuan baru yang relatif lengkap dan besar. Kami sempat komunikasikan ke Disbudporapar Kabupaten Mojokerto supaya nanti ini bisa dilanjutkan dengan ekskavasi. Karena masih banyak titik yang belum ditampakkan,’’ terang Suryati. Pihaknya berharap, kolaborasi Pemkab Mojoketo dengan BP Kebudayaan Jatim bisa mendukung upaya pelestarian tinggalan purbakala. Sekaligus menunjang kepentingan sejarah dan ilmu pengetahuan. 

Untuk diketahui, ekskavasi merupakan penggalian tanah secara arkeologis untuk kepentingan kajian dan pelestarian tinggalan purbakala. Upaya pelestarian situs bersejarah ini masuk agenda rutin Pemkab Mojokerto melalui disbudporapar beberapa tahun belakangan. Sampai pengujung April ini, pemda belum menggulirkan ekskavasi untuk tahun anggaran 2026. (vad/fen)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#situs beloh #ekskavasi cagar budaya #Era Majapahit #situs cagar budaya