Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Mengenang Peristiwa Sajen, Pacet Tewasnya Anggota Palang Merah di Masa Revolusi

Rizal Amrulloh • Kamis, 23 April 2026 | 04:17 WIB
SIMPAN SEJARAH: Bekas gedung peninggalan zaman Belanda yang di dalamnya terdapat ruang tahanan di Desa Sajen, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. (Rizal JPRM)
SIMPAN SEJARAH: Bekas gedung peninggalan zaman Belanda yang di dalamnya terdapat ruang tahanan di Desa Sajen, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. (Rizal JPRM)

 

Pasca prokamasi kemerdekaan RI, keamanan wilayah di Kabupaten Mojokerto belum sepenuhnya kondusif. Di pengujung tahun 1945, terjadi peristiwa yang kontroversial terkait tewasnya dua anggota Palang Merah di Desa Sajen, Kecamatan Pacet. 

PERISTIWA yang dikenal dengan Sajen affaire ini sempat memicu beragam spekulasi di masa revolusi. Sebab, paramedis berkebangsaan Belanda yang meninggal diduga merupakan korban pembunuhan. 

Sejarawan Mojokerto Ayuhanafiq menjelaskan, kasus meninggalnya anggota Palang Merah ini menjadi atensi banyak pihak saat itu. Kedua korban tewas adalah dr. Van Der Har dan Ir. De Bruin. Peristiwa Sajen ini dinilai sebagai kejahatan perang, karena petugas medis nonmiliter seperti Palang Merah harus dilindungi, ungkapnya. 

Kedua korban diduga dibunuh saat sedang meninjau kamp tawanan orang asing. Jenazah mereka kemudian dikubur dalam lubang bekas galian yang berjarak sekitar 5 kilometer dari tempat kejadian di Desa Sajen. Lubang itu sebelumnya digunakan sebagai tempat perlindungan pasukan Jepang, tandasnya. 

Namun, otoritas Belanda tidak bisa menelusuri kejadian yang menimpa tenaga medis itu. Sebab, wilayah Mojokerto telah dikuasai oleh pejuang setelah Jepang angkat kaki dari bumi Majapahit. 

Rupanya, peristiwa Sajen masih menjadi perhatian serius oleh kolonial. Ketika pasukan Belanda kembali menduduki Mojokerto pada tahun 1947,  kasus tewasnya anggota Palang Merah ini mulai dilakukan penyelidikan. 

Belanda berusaha mengungkap peristiwa Sajen. Beberapa orang yang dianggap mengetahui kejadian itu diperiksa polisi, ulas pria yang akrab disapa Yuhan ini. Berdasarkan keterangan saksi, kedua korban diduga dibunuh oleh sejumlah anggota organisasi pemuda yang tergabung Pesindo. Polisi Detasemen Mojokerto pun terus melakukan pendalaman guna mengungkap pelaku di balik peristiwa Sajen tersebut. (ram/ris)

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
#sejarah peristiwa sajen #sejarah mojokerto #masa revolusi kemerdekaan #palang merah indonesia (pmi) #mojopedia