Ayuhanafiq mengungkapkan, tentara Belanda kemudian mengambil tindakan tegas dengan melakukan penggerebekan terhadap keberadaan TRD. Ratusan pasukan akhirnya diamankan oleh kolonial.
Dia mengatakan, penangkapan dilakukan setelah penyamaran gerilyawan sebagai warga dan pekerja mampu terbongkar. ”Belanda juga menemukan tempat persembunyian senjata yang dikubur dalam tanah,” sambungnya.
Pada pertengahan 1947, pasukan TRD makin terjepit. Tentara Belanda akhirnya melakukan razia besar-besaran. Sejumlah gerilyawan akhirnya tertangkap, namun beberapa lainnya berhasil lolos dengan kembali ke Mojokerto. ”Meski demikian ada yang tertangkap, serangan gerilyawan berhasil memberikan teror bagi Belanda,” tandas dia. (ram/ris)
Editor : Fendy Hermansyah