SEMENTARA itu, dari masa ke masa peringatan peristiwa pertempuran 10 November mengalami perkembangan. Selain ditetapkan sebagai hari besar nasional, peringatan Hari Pahlawan juga kian meriah dengan digelarnya gerak jalan perjuangan Mojokerto-Surabaya.
Ayuhanafiq memaparkan, event tahunan yang dilaksanakan sejak tahun 1955 ini menjadi ikon dalam peringatan 10 November. Dikenal dengan gerak jalan tradisional Mojosuro alias Mojokerto-Suroboyo, kegiatan beregu ini menjadi daya tarik bagi peserta berbagai daerah. ’’Rute gerak jalan yang ditempuh berkisar 60 kilometer (km),’’ tandasnya.
Namun, penggunaan jalur Mojokerto-Surabaya baru dilaksanakan pada tahun 1959. Sebelumnya, gerak jalan dalam rangka memperingati peristiwa pertempuran 10 November ini mengambil titik start dari Pandaan. Pengalihan titik start ini dilakukan bertepatan dengan diresmikannya tanggal 10 November sebagai hari besar nasional melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 316. ’’Sejak saat itu, momen 10 Nopember mulai dijadikan sebagai peringatan Hari Pahlawan,’’ paparnya.
Perayaan Hari Pahlawan berlangsung lebih meriah. Jumlah peserta gerak jalan tiap tahun terus bertambah. Tak hanya dari Jawa Timur, tetapi juga menyedot massa dari Ibu Kota Jakarta. ’’Dulu setiap Hari Pahlawan bendera Merah Putih juga dikibarkan oleh warga di depan rumah masing-masing,’’ pungkasnya. (ram/fen)
Editor : Hendra Junaedi