Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Peringatan Hari Pahlawan di Mojokerto Digelar di Taman Makam Pahlawan Gajah Mada

Rizal Amrulloh • Jumat, 21 November 2025 | 15:15 WIB

 

JADI TETENGER: Tugu peluru di Taman Makam Pahlawan (TMP) Gajah Mada Kota Mojokerto yang menjadi tempat bersemayam para pejuang yang gugur di medan pertempuran.
JADI TETENGER: Tugu peluru di Taman Makam Pahlawan (TMP) Gajah Mada Kota Mojokerto yang menjadi tempat bersemayam para pejuang yang gugur di medan pertempuran.

Tiap tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan untuk mengenang sekaligus menghormati jasa para pejuang Indonesia yang gugur dalam mempertahankan kemerdekaan RI. Di Mojokerto, momen peringatan peristiwa pertempuran Surabaya ini kali pertama diselenggarakan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Gajah Mada di tahun 1949.

SEJARAWAN Mojokerto Ayuhanafiq menceritakan, gagasan untuk menggelar peringatan tersebut baru terwujud lima tahun setelah meletusnya peristiwa pertempuran di Kota Surabaya pada 10 November 1945. Inisiasi itu datang dari para pejuang di Mojokerto yang berkeinginan untuk menggenang jasa para pahlawan yang gugur dalam mempertahankan kemerdekaan RI.  ’’Keinginan pejuang untuk memperingati peristiwa tersebut kemudian terwujud pada tahun 1949,’’ tuturnya.

Acara peringatan digelar tepat pada tanggal 10 November 1949. Sosok yang akrab disapa Yuhan ini menyebut, tempat pelaksanaannya digelar di Taman Bahagia atau kini kompleks TMP Gajah Mada, Kota Mojokerto. ’’Taman Makam Pahlawan Gajah Mada dipilih untuk menghormati para pejuang yang gugur dalam pertempuran dan dimakamkan di sana,’’ ulasnya.

Meski terlaksana, namun momen peringatan tersebut tak sepenuhnya berjalan khidmat. Pasalnya, proses kegiatan tidak berlangsung secara leluasa lantaran masih di bawah bayang-bayang pasukan Belanda yang kala itu masih menduduki sebagian wilayah Mojokerto.

Yuhan mengatakan, para peserta yang hadir juga harus naik kendaraan truk milik kolonial. Mereka dijemput dari kamp pejuang yang ada di Jatirejo, Kabupaten Mojokerto untuk diangkut menuju TMP Gajah Mada. Kendati demikian, prosesi peringatan peristiwa 10 November pertama kali ini tetap dilaksanakan dengan penuh makna. Bahkan, upacara sederhana ini turut mengundang animo dari masyarakat yang turut larut dalam mengenang jasa para pahlawan. ’’Meski acara digelar sederhana, tapi terkesan jadi meriah dengan banyaknya orang yang datang,’’ jelas penulis buku Revolusi di Pinggir Kali, Pergerakan di Mojokerto Tahun 1945-1950 ini.

Selain upacara, peringatan peristiwa heroik di Kota Pahlawan ini juga dilaksanakan tabur bunga di atas pusara para pejuang. Bahkan, spirit perjuangan juga masih ditunjukkan di sepanjang perjalanan kembali dari TMP Gajah Mada. Tak hanya sebagai tempat peringatan, di kompleks TMP Gajah Mada juga didirikan sebuah tugu. Monumen berbentuk peluru ini juga diresmikan pada tanggal 10 November 1947 sebagai tetenger atas peristiwa 10 November di Kota Surabaya. (ram/fen)

 

Editor : Hendra Junaedi
#Peringatan Hari Pahlawan 10 Nopember #tmp gajah mada #Kota Mojokerto #taman makam pahlawan