Selain menambah kesan estetik, keberadaan dekorasi pada bangunan rumah Majapahit menjadi simbol kepercayaan agama. Bentuk ornamen yang dipasang juga mencerminkan status sosial penghuninya.
”Sebagaimana gaya pakaian, dekorasi rumah juga bisa menunjukkan tingkat status sosial masyarakat,” kata Pamong Budaya Pertama Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah (BPKW) XI Tommy Raditya Dahana.
Perbedaan strata itu di antaranya tercermin dari kemuncak yang terpasang di atap rumah. Status apakah pemilik rumah seorang bangsawan atau rakyat biasa tercermin dari bentuk hiasan tersebut. Sebab, lanjut Tommy, setiap bentuk kemuncak yang umumnya berupa hewan memiliki makna dan filosofi tersendiri. ”Ini seiring kepercayaan, karena bentuk kemuncak punya maksa simbolis mengenai, termasuk kepercayaan terhadap agama tertentu,” tuturnya.
Tak hanya ornamen luar, masyarakat Majapahit juga mempercantik rumahnya dengan berbagai pajangan. Salah satunya berupa patung terakota figurin. Patung mini dengan berbagai bentuk manusia hingga hewan ini menjadi bagian dari keunggulan bakat seni dan selera estetika penghuninya. ”Di masa Kerajaan Majapahit sudah ada kebiasaan menghias rumah dengan berbagai bentuk benda seni, contohnya figurin yang jadi pajangan,” tandas dia. (adi/ris)
Editor : Hendra Junaedi