Agama Islam eksis di tengah masyarakat Kerajaan Majapahit yang bercorak Hindu-Buddha. Sejumlah jejak artefaktual menjadi bukti adanya komunitas pemeluk Islam di pusat kota Wilwaktika. Di antara bukti itu adalah Makan Troloyo dan temuan patung figurin berbentuk orang muslim.
PAMONG Budaya Pertama Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah (BPKW) XI Jatim Tommy Raditya Dahana mengatakan, kompleks Makam Troloyo dianggap sebagai makam Islam yang ada di ibu kota Majapahit. Situs di Dusun Sidodadi, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, tersebut kini menjadi tujuan wisata religi dari berbagai daerah. ’’Di situs ini ditemukan banyak nisan yang salah satunya bermotif hias kala dan surya. Surya adalah pancaran sinar matahari yang dianggap sebagai ciri khas kesenian Majapahit,’’ jelasnya.
Penelitian menyebutkan, nisan-nisan di Troloyo banyak yang memiliki inskripsi Arab dan Jawa kuno berupa angka tahun Saka. Angka tertua yang tercatat adalah 1290 Saka (1368 M) dan yang termuda 1533 Saka (1611 M). Beberapa nisan juga memiliki inskripsi yang memuat kutipan kalimat-kalimat dalam Al-Qur’an. ’’Tapi sayangnya nisan-nisan tersebut tidak mencantumkan nama, sehingga tidak dapat diidentifikasi siapa tokoh yang dimakamkan,’’ katanya.
Kendati demikian, Tommy melanjutkan, peneliti L.C. Damais menyatakan ada kemungkinan tokoh yang dimakamkan di Troloyo bukanlah orang muslim dari luar. Mereka melainkan orang-orang Jawa yang memeluk Islam dan kemungkinan besar berasal dari kalangan kerajaan. ’’Dari rumitnya hiasan dan lokasinya yang dekat dengan keraton, Damais berkesimpulan batu nisan itu dibuat untuk menandai kuburan tokoh terhormat, yang bisa jadi anggota keluarga kerajaan,’’ tandasnya.
Bukti lain yang menandai jejak Islam di Majapahit adalah figurin. Arca manusia berukuran mini ini terbuat dari terakota alias tanah liat dan menjadi salah satu seni rupa yang berkembang di Majapahit abad 13-14 M. Benda tersebut banyak ditemukan di Trowulan, wilayah yang diyakini sebagai bekas ibu kota Majapahit. Tak sedikit figurin yang berhasil diselamatkan dan kini disimpan di ruang pamer Museum Majapahit.
Tommy mengakatan, beberapa figurin itu menggambarkan figur pribumi dan orang asing secara spesifik. Sosok asing itu berasal dari Tiongkok, Tartar, Gujarat, Persia, Asia Tenggara daratan, dan Eropa. Temuan ini sekaligus menjadi petunjuk hubungan bilateral Majapahit dengan bangsa asing.
Di antara berbagai macam bentuk figuran, terdapat tokoh yang teridentifikasi sebagai gambaran orang-orang Islam dari masa Majapahit. ’’Ciri-cirinya mereka memakai peci, sorban, dan berjubah gamis,’’ ucapnya. (adi/fen)
Editor : Hendra Junaedi