Sementara itu, peringatan HUT Kemerdekaan RI pertama di Mojokerto sekaligus menjadi momen bersejarah untuk mengenang jasa para pejuang. Sebagai tetenger, di TMP Gajah Mada kemudian dibangun sebuah monumen berupa tugu peluru.
Ayuhanafiq mengungkapkan, pembangunan tugu peluru di TMP Gajah Mada dilakukan pada 17 Agustus 1946. Setelah upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI, secara seremonial dilakukan dengan peletakan batu pertama untuk pembangunan tugu. ”Tugu dibangun di lokasi Taman Makam Pahlawan (TMP) Gajah Mada,” ulasnya.
Selain sebagai tetenger, tugu berbentuk peluru ini juga didirikan untuk menghormati jasa para pahlawan. Yuhan menuturkan, bangunan dari beton ini juga sebagai simbol kebesaran tekad juang rakyat dalam meraih kemerdekaan. ”Tugu dibangun berbentuk peluru,” tandas anggota Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kota Mojokerto, ini.
Hingga saat ini, tugu peluru tetap berdiri kokoh di tengah kompleks pusara para pejuang. Selain itu, TMP Gajah Mada juga masih difungsikan untuk menggelar upacara di hari-hari besar nasional. Khususnya pada peringatan HUT Kemerdekaan RI maupun Hari Pahlawan. (ram/ris)
Editor : Hendra Junaedi