Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Mengenang Peristiwa G30S PKI, Berikut 3 Pelajaran yang Dapat Diambil dari Film Pembantaian Para Jenderal Ini

Imron Arlado • Sabtu, 9 Agustus 2025 | 04:24 WIB
Tragedi G30S PKI, mengenang kembali peristiwa kelam bersejarah
Tragedi G30S PKI, mengenang kembali peristiwa kelam bersejarah

JAWA POS RADAR MOJOKERTO- Film Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia, atau yang biasa dikenal dengan sebutan G30 S PKI pertama kali ditayangkan pada tahun 1984, film yang berdurasi hingga 4,5 jam ini berisi tentang tragedi yang terjadi pada tanggal 30 September 1965.

Film ini menceritakan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang ingin menggulingkan masa Pemerintahan Presiden Soekarno, film ini juga berisi tentang penculikan dan pembunuhan para petinggi masa itu, hingga setelahnya mayat para petinggi dibuang di sekitar daerah Lubang Buaya yang terletak di Jakarta Timur.

Tidak hanya para petinggi, namun terdapat ribuan korban jiwa yang diperlakukan dengan semena-mena dan dibunuh tanpa pengadilan yang jelas pada masa itu.

Film ini memiliki akhir cerita jatuhnya masa pemerintahan Soekarno dan digantikan dengan kejayaan Masa Orde Baru (Orba), film ini dianjurkan untuk ditonton para generasi muda karena film ini dapat memberikan pengetahuan lebih mengenai politik dan dampak yang dihasilkan oleh tragedi Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia.

 

Keadilan

Setelah menyaksikan Film G30S PKI, dapat disimpulan bahwa keadilan sangat penting dan dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Pemerintah Indonesia telah bekerja keras dalam mencari dan membuktikan sebuah kebenaran.

Dan jika dari mereka terbukti melakukan kesalahan karena sudah melakukan kekerasan, maka sudah dapat dipastikan bahwa mereka akan diadili.

 

Mengadili mereka yang sudah bertindak kekerasan semena-mena merupakan bentuk tanggung jawab sebuah negara, selain itu juga demi menjaga kepercayaan warga negara tersebut, dengan begitu warga negara akan merasa aman.

 

Perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM)

Dengan adanya perlindungan Hak Asasi Manusia, maka tidak akan terjadi pembunuhan warga tanpa pengadilan yang jelas, Hak Asasi Manusia juga dipercaya dapat menimbulkan sistem demokrasi yang dapat melindungi korban.

Tragedi G30S PKI di Jawa  Timur penuh dengan aksi pelanggaran Hak Asasi Manusia, banyak sekali  dari korban-korban yang tidak mendapatkan sebuah keadilan dan sebuah proses hukum yang cukup.

Diperlukan proses hukum yang adil, jelas, dan transparan sehingga korban tersebut dapat merasakan adanya Hak Asasi Manusia berada di sisinya.

 

 

Waspada Terhadap Informasi Yang Tersebar

Dari tragedi G30S PKI, dapat diambil pelajaran bahwasanya kita harus menyaring segala informasi yang tersebar dan kita terima.

Informasi dan berita sangat menyebar dengan cepat, terutama di era sekarang yang sudah serba digital, informasi-informasi hoax akan menyebar dengan sangat cepat.

Maka langkah yang harus dilakukan adalah

  1. Memastikan apakah informasi tersebut akurat atau tidak.
  2. Memastikan informasi tersebut tidak menimbulkan propaganda.
  3. Menimbulkan kesalahpahaman atau tidak.

Dan masih banyak lagi yang harus dipastikan sebelum kita menerima informasi tersebut.

Meskipun tragedi G30S PKI sangatlah kelam, namun selalu ada hikmah di baliknya. Mempelajari dan tidak melupakan tragedi tersebut dapat menjadi pelajaran yang berharga, terutama pada generasi muda dan genegenerasi-generasi yang akan datang. Adelia

Editor : Imron Arlado
#Sejarah kelam Indonesia #Peristiwa G30S PKI #Tragedi 30 September 1965 di Indonesia #g30 s pki #partai komunis indonesia #gerakan 30 S PKI