Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Alun-alun di Era Majapahit

Farisma Romawan • Sabtu, 12 Juli 2025 | 15:35 WIB

LUAS: Sketsa peta ibu kota Majapahit karya Maclaine Pont koleksi Gotrah Wilwatikta yang menunjukkan Lapangan Bubat di berada di lokasi nomor 1.
LUAS: Sketsa peta ibu kota Majapahit karya Maclaine Pont koleksi Gotrah Wilwatikta yang menunjukkan Lapangan Bubat di berada di lokasi nomor 1.
 

Jadi Pusat Kegiatan Sosial, Budaya, dan Politik Ibu Kota

Kompleks ibu kota Kerajaan Majapahit ditata sedemikian rupa. Termasuk tempat hiburan bagi masyarakat yang diidentikkan dengan lapangan layaknya alun-alun. Dalam naskah kuno Negara Kertagama, Empu Prapanca menuliskan ibu kota Majapahit, di Trowulan memiliki dua buah alun-alun, yaitu Alun-Alun Bubat dan Alun-Alun Waguntur.

KEDUA alun-alun ini berfungsi sebagai pusat kegiatan sosial, budaya, dan politik di ibu kota Majapahit. Terutama Lapangan Bubat yang memiliki karakter lebih merakyat. Pesta rakyat kerap diadakan setiap tahun pada bulan Caitra (Maret/April) di lapangan ini.

Pada 3-4 hari terakhir perayaan, berbagai pertunjukan seni, permainan tradisional, dan kegiatan hiburan lainnya digelar dengan kehadiran raja. Sejarawan J Noorduyn berdasarkan Negarakertagama, lapangan Bubat terletak di sebelah utara lingkungan istana Majapahit menghadap ke barat.

Membentang ke arah timur sejauh setengah krosa, sampai jalan raya dan ke arah utara setengah krosa sampai tepi sungai dikelilingi perumahan para pegawai.

Sejarawan Trowulan, Supriyadi memperkirakan lapangan Bubat berada di sebelah barat Kolam Segaran. ’’Konon lokasinya ada di sebelah barat kolam Segaran karena di situ ada nama Dusun Bubat,’’ terangnya.

Berbeda dengan Alun-Alun Bubat, Alun-Alun Waguntur memiliki karakter yang lebih sakral. Terletak di dalam kompleks pura raja Majapahit, lapangan ini digunakan untuk upacara penobatan atau resepsi kenegaraan yang penting.  Di lapangan Waguntur, terdapat Siti Inggil, area yang lebih tinggi dan dianggap suci.

Keberadaan Alun-Alun Waguntur menunjukkan betapa pentingnya fungsi ritual dan spiritual di dalam kehidupan masyarakat Majapahit. Seperti halnya Alun-Alun Lor di Kraton Yogyakarta atau Surakarta yang menjadi pusat kegiatan keagamaan dan kenegaraan. ’’Tidak disebutkan secara rinci posisi lapangan ini di komplek ibu kota. hanya menyebutkan berada di dalam pusar keagamaan,’’ pungkasnya. (far/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#pusat kegiatan ekonomi #sosial budaya #Era Majapahit #kerajaan majapahit #alun - alun #Ibukota