Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Pendirian Museum Majapahit , Koleksi Peninggalan Sejarah Wilwatikta

Rizal Amrulloh • Kamis, 26 Juni 2025 | 16:00 WIB

 

BERNILAI HISTORIS: Museum Majapahit atau gedung OVM sebagai tempat menyimpan benda-benda bersejarah era Kerajaan Majapahit di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
BERNILAI HISTORIS: Museum Majapahit atau gedung OVM sebagai tempat menyimpan benda-benda bersejarah era Kerajaan Majapahit di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

 Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) RI resmi mengubah nama Pusat Informasi Majapahit (PIM) di Desa/Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, menjadi Museum Majapahit. Pergantian nomenklatur ini menjadi titik balik dalam pelestarian peninggalan sejarah Kerajaan Wilwatikta. Mengingat, tempat yang menyimpan temuan benda-benda cagar budaya ini telah eksis sejak 9 dekade yang lalu.

 Keberadaan museum bermula dari terbentuknya Oudheidkundige Vereeniging Majapahit (OVM) atau Perkumpulan Purbakala Majapahit pada 24 April 1924. Pembentukan perkumpulan ini juga diinisiatori Bupati Mojokerto R.A.A. Kromodjojo Adinegoro.

 Sejak dibentuk, OVM secara aktif melakukan penelitian tentang keberadaan pusat kerajaan atau keraton Majapahit. Dalam pelaksanaannya, perkumpulan yang dikomandoi Henri Maclaine Pont ini mampu mengungkap beragam peninggalan sejarah Majapahit dari hasil penggalian, survei, maupun penemuan masyarakat. ”Pada 1924, dibuat peta dari hasil penemuan benda-benda peninggalan Majapahit di Mojokerto,” ungkap sejarawan Mojokerto Ayuhanafiq. 

Jumlah penemuan benda cagar budaya terus bertambah dan tersebar di berbagai titik. Sehingga tercetus wacana pembangunan gedung untuk menampung peninggalan sejarah dari Kerajaan Majapahit. ”Pembangunan gedung didirikan di Trowulan,” papar dia.

 Awalnya, gedung dibangun di Jalan Majapahit,  Kecamatan Trowulan, atau yang kini menjadi kantor Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Provinsi Jawa Timur (Jatim). Sehingga tempat yang menyimpan koleksi benda bersejarah ini juga dikenal dengan Museum Majapahit. 

Pria yang akrab disapa Yuhan ini menuturkan, proses pembangunan berlangsung sekitar dua tahun. Gedung yang juga dirancang oleh Henri Maclaine Pont ini didesain berbentuk kubah dengan atap sirap. 

Setelah pekerjaan rampung, gedung tersebut dilakukan instalasi untuk menyimpan berbagai koleksi benda-benda cagar budaya. Khususnya dari hasil temuan peninggalan sejarah Kerajaan Majapahit yang bertahta sejak abad 13-15 Masehi. ”Museum Trowulan kemudian diresmikan,” papar Yuhan. 

Berdasarkan laman resmi Kemendikbud atau kini Kemenbud RI, pembangunan Museum Trowulan terealisasi di tahun 1926. Selain difungsikan untuk menyimpan dan merawat benda cagar budaya, Museum Trowulan juga dijadikan sebagai ruang pameran dari peninggalan sejarah Kerajaan Majapahit. 

Maka, penataannya diklasifikasikan berdasarkan nilai historis masing-masing benda bersejarah. Baik berupa arca, relief, situs-situs pemukiman, prasasti, terakota, hingga berbagai jenis artefak lainnya. ”Benda-benda dengan yang memiliki nilai kesejarahan tinggi disimpan dalam tempat yang berdinding kaca,” tandas dia. (ram/ris)

 

 

Editor : Hendra Junaedi
#Museum Majapahit #trowulan mojokerto #pusat informasi majapahit #sejarah majapahit #Oudheidkundige Vereeniging Majapahit #kemendikbud #wilwatikta