Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Industri Unggulan Era Majapahit

Yulianto Adi Nugroho • Sabtu, 21 Juni 2025 | 15:25 WIB
MARITIM: Replika kapal dari masa Kerajaan Majapahit di Museum Majapahit, Trowulan.
MARITIM: Replika kapal dari masa Kerajaan Majapahit di Museum Majapahit, Trowulan.

Produksi Pakaian, Minyak, hingga Perahu

 Industri di era Kerajaan Majapahit cukup beragam. Komoditas yang dihasilkan para pelaku industri dari masa 700 tahun silam itu antara lain berupa pakaian, aneka jenis minyak, perkakas, olahan logam, hingga perahu beratap.

 Pamong Budaya Pertama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim Tommy Raditya Dahana mengatakan, kegiatan industri menjadi salah satu penggerak roda perekonomian Majapahit. Bersama sektor pertanian dan perkebunan, perdagangan produk industri sudah digeluti masyarakat sejak awal masa kerajaan yang diyakini berpusat di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, tersebut.

 ”Sejumlah prasasti mencatat adanya berbagai jenis industri saat itu,” tutur pria yang berkantor di Museum Majapahit, Desa/Kecamatan Trowulan, ini.

Prasasti Kudadu, lanjut Tommy, memberi sedikit gambaran tentang sistem kerja di sektor industri. Adanya sebuah kelompok pekerja serta yang mengepalainya tertulis dalam piagam berangka tahun 1294 Masehi yang ditemukan di Dusun Kemloko, Desa/Kecamatan Trawas, itu.

 Tommy menjelaskan, Prasasti Sidateko (1323 M) juga bisa menjadi petunjuk sejarah. Di sana tertulis produk yang dihasilkan para pandai logam (gosali), tukang kayu, pelukis, dan masyarakat dengan keahlian sejenisnya. ”Hasil kerja mereka diperdagangkan,” imbuhnya.

 Selain itu, terdapat pula Prasasti Madhawapura yang cukup panjang lebar merinci berbagai jenis industri. Ada yang namanya abhasana atau penghasil pakaian, acadar alias pembuat cadar, amaranggi yang memproduksi pewarna kain, dan acaraki yang membuat jamu.

 Di samping bidang busana dan minuman, terdapat kelompok industri yang menghasilkan minyak jarak (lurungan) dan minyak kelapa (kletik). ”Di Prasasti Madhawapura juga ada istilah tundan yang berarti industri pembuatan perahu beratap,” ujarnya. Tommy mengungkapkan, industri pandai yang mengolah logam memiliki paling banyak cabang. Dari jenis logamnya saja ada apandai wsi (pandai besi), apandai mas (pandai emas atau perhiasan), dan apandai tamwra (pandai tembaga).

 Karena spesifikasi barang yang dihasilkan, mereka juga mendapat julukan seperti apandai dadap (pandai perisai), apandai salaka (pandai perkakas perang), apandai singya-singyan (pandai pembuat benda tajam), dan apandai dang (pandai pembuat alat memasak). (adi/ris)

 

Editor : Hendra Junaedi
#Museum Majapahit #Era Majapahit #kerajaan majapahit #komoditas andalan