Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Seni Keramik Era Majapahit

Yulianto Adi Nugroho • Sabtu, 8 Februari 2025 | 14:45 WIB

KOMODITAS GLOBAL: Barang-barang keramik koleksi Museum PIM Trowulan dari masa Kerajaan Majapahit.
KOMODITAS GLOBAL: Barang-barang keramik koleksi Museum PIM Trowulan dari masa Kerajaan Majapahit.
 

Bentuk Gerabah dan Patung Terpengaruh China

 Budaya China memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan kerajinan terakota pada masa Kerajaan Majapahit. Di antaranya, diketahui melalui kesamaan bentuk seni keramik serta teknik mencetak patung di kedua wilayah. Keterikatan ini menjadi bukti hubungan luar negeri Majapahit telah dijalin dengan baik.

 Di Museum Pusat Informasi Majapahit (PIM), Desa/Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, aneka koleksi keramik dari masa kerajaan abad ke 13-16 Masehi itu dapat ditemukan. Keramik dalam berbagai bentuk wadah tersebut mayoritas berasal dari China serta beberapa wilayah Asia Tenggara. Seperti, Vietnam, dan Thailand. 

Pamong Budaya Pertama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim Tommy Raditya Dahana mengatakan, keberadaan keramik dari luar negeri menjadi bukti Majapahit telah menjalin relasi dengan negara tetangga. Dalam Kitab Negarakertagama, lanjut dia, terdapat sebutan mitra satata yang merujuk pada hubungan antarkerajaan di Asia Tenggara.

 Adapun negara mitra satata Majapahit pada 700 silam antara lain, Syangka di Thailand, Kambonyanyat di Kamboja, dan Yawana di Annam di Vietnam. ”Di antara bukti-bukti sejarah yang menunjukkan hubungan kerja sama Majapahit dengan negara-negara tetangga ialah seni keramik,” jelasnya.

 Di Trowulan yang diyakini sebagai Ibu Kota Majapahit ditemukan banyak keramik tidak berglasir alias terakota. Glasir adalah cairaan pewarna gerabah keramik dan berfungsi sebagai lapisan tipis kaca yang membuat benda berkilau. Tommy menegaskan, bentuk keramik yang ditemukan bermacam-macam. Seperti bata, genteng, patung kecil, miniatur bangunan, dan jobong (dinding sumur). Selain itu, ada pula pipa air, bak air, dan berbagai jenis wadah.

 Penemuan aneka terakota ini berlangsung dalam periode yang sama dengan ditemukannya keramik dari China, Thailand, dan Vietnam. Kebanyakan keramik asing yang berada di tanah bekas Majapahit itu berasal dari abad 13-15 Masehi. ”Penemuan keramik asing menjadi bukti sejarah bahwa Majapahit telah menjalin hubungan baik dengan negara-negara penghasil keramik asing tersebut,” tandasnya. (adi/ris)

 

Editor : Hendra Junaedi
#keramik China #Era Majapahit #budaya china #kerajinan terakota