Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Mengenang Raden Pandji Soeroso Tokoh Pers dan Pendiri Koperasi Pegawai Negeri

Rizal Amrulloh • Kamis, 15 Agustus 2024 | 15:02 WIB

 

 

CAGAR BUDAYA: Kompleks Makam Pekuncen di Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon menjadi tempat bersemayam RP Soeroso.
CAGAR BUDAYA: Kompleks Makam Pekuncen di Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon menjadi tempat bersemayam RP Soeroso.

TAHUN ini, Hari Koperasi Indonesia diperingati Ke-77 tahun. Di Mojokerto, terdapat salah satu pahlawan nasional dan tokoh penggerak koperasi. Adalah Raden Pandji (RP) Soeroso yang jenazahnya bersemayam di Makam Pekuncen, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.

 RP Soeroso memang bukan asli putra daerah. Namun, di masa pemerintahan kolonial, pria kelahiran 3 November 1893 ini banyak berkiprah di Mojokerto. Sebagai salah satu tokoh pergerakan, semasa muda dirinya pernah terjun ke dunia pers.

 Sejarawan Mojokerto Ayuhanafiq menuturkan, RP Soeroso turut berperan dalam lahirnya surat kabar pertama di Mojokerto. Bersama dengan teman-teman jurnalis lainnya, RP Soeroso ikut andil dalam mendirikan perusahaan media cetak di tahun 1923. ”Surat kabar itu dinamakan Kemadjoean Hindia yang diterbitkan dari Mojokerto,” tandasnya.

 Sebelumnya, RP Soroso juga sudah berkecimpung di dalam keredaksian Surat Kabar Oetoesan Hindia yang berpusat di Surabaya. Pengalamannya dalam dunia pers membuat namanya digandeng untuk merintis surat kabar Kemadjoean Hindia di Mojokerto. ”Di surat kabar Kemadjoean Hindia, saat itu RP Soeroso ditunjuk sebagai redaktur," ulasnya.

 Pria yang akrab disapa Yuhan ini menuturkan, tak butuh waktu lama bagi media cetak Kemadjoean Hindia untuk mendapatkan hati masyarakat. Karena berita-berita yang diorbitkan memuat tentang harapan kemerdekaan Indonesia.

 Namun, keberadaan RP Soeroso tidak bertahan lama di Kemadjoean Hindia. Pada tahun 1925, dia terpaksa harus berhenti karena kesibukannya. "Karena RP Soeroso terpilih sebagai anggota Volksraad atau Dewan Rakyat," tandasnya.

 Akhirnya, RP Soeroso melepaskan posisinya yang saat itu sudah menjabat sebagai pemimpin redaksi di Kemadjoean Hindia. Meski tidak lama, keberadaannya memberikan warna bagi dunia jurnalistik.

 Tak hanya itu, selama di Mojokerto, RP Soeroso juga tercatat sebagai Ketua Vereeniging Inlandsch Personeel Burgerlijke Opendbare Warken (VIPBOW) atau Persatuan Pegawai Pekerjaan Umum. Yuhan mengatakan, posisi tersebut juga dilepaskan sejak menjadi legislator.

 Sejak saat itu, ungkap Yuhan, karir RP Soeroso terus melejit. Di masa pendudukan Jepang, dia juga didapuk sebagai Kepala Tata Usaha. Selanjutnya, ia juga ditetapkan sebagai Wakil Ketua Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia.

 Setelah proklamasi kemerdekaan RI, Presiden Soekarno kemudian menunjuknya sebagai Gubernur Jawa Tengah yang pertama. Setelah tercapainya penyerahan kedaulatan Indonesia, RP Soeroso kembali diangkat menjadi Menteri Dalam Negeri pada tahun 1949.

 Hingga akhirnya, pada tahun 1956, RP Soeroso dipilih sebagai Ketua Badan Koordinasi Pusat Koperasi Pegawai Negeri Seluruh Indonesia, yang kemudian berganti menjadi Induk Koperasi Pegawai Negeri RI pada tahun 1960. ”RP Soeroso kemudian dijuluki sebagai Bapak Koperasi Pegawai Negeri Republik Indonesia,” pungkas dia.

 Berdasarkan Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 082/TK/TH.1986, RP Soeroso ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Keputusan itu ditetapkan setelah beliau wafat pada 16 Mei 1981 yang dimakamkan di kompleks Makam Pekuncen, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. (ram/ris)

Editor : Imron Arlado
#Hari Koperasi 2024 #RP Soeroso #tokoh pers #mojokerto