Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Terakota Majapahit Dipengaruhi Kerajinan Keramik Cina

Yulianto Adi Nugroho • Sabtu, 27 April 2024 | 14:55 WIB
BERNILAI SEJARAH: Keramik China dari zaman Majapahit koleksi PIM BPK Wilayah XI Jatim di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
BERNILAI SEJARAH: Keramik China dari zaman Majapahit koleksi PIM BPK Wilayah XI Jatim di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

TERAKOTA Majapahit mengalami perkembangan seiring dengan aktivitas perdagangan antarwilayah. Khususnya, dengan Cina (Tiongkok). Dalam perjalanannya, kebudayaan negeri tirai bambu itu diyakini turut memengaruhi bentuk kerajinan tanah liat di Nusantara. Salah satunya meniru bentuk keramik dalam produk tembikar. 

Hal ini menjadi bagian dari penelitian para ahli yang dituangkan dalam buku Insipirasi Majapahit hasil kegiatan Penelitian Arkeologis Terpadu Indonesia (PATI) III pada 2014. Dalam buku itu disebutkan, peradaban Majapahit telah mengenal teknologi teknik pembentukan langsung, teknik putar roda lambat, teknik tatap pelandas, hingga teknik cetak. 

Guna menghasilkan benda-benda sebagaimana yang banyak ditemukan di kawasan Trowulan, para ahli menyimpulkan diperlukan proses pembakaran tanah dengan suhu cukup tinggi antara 800-1.300 derajat Celcius. ”Sehingga hasilnya cangat kuat,” kata pemerhati sejarah Majapahit, Anam Anis. 

Hal demikian menunjukkan pengetahuan mengelola bahan tanah liat telah maju. Dari cici-ciri terakota yang ditemukan, peneliti menduga kuat jika perajin juga mencoba melakukan alih teknologi pembuatan tembikar dari negara lain. Perajin Trowulan, yang diasumsikan sebagai Ibu Kota Majapahit, meniru barang-barang keramik yang dibawa dari Cina.

 ”Karena saat itu Majapahit memang belum bisa membuat barang dari bahan keramik,” imbuh Anam Anis. Dugaan pengaruh itu diperkuat dengan fakta komoditas keramik Cina merupakan komoditas kaum elite yang tidak terjaungkau oleh rakyat kebanyakan. Oleh karena itu, dimungkinkan ada upaya pembuatan barang tiruan agar dipakai masyarakat secara umum. Barang-barang luar negeri itu antara lain, berupa piring, mangkuk, periuk, sendok, guci, vas, ubin, tempayan, hingga jambangan. (adi/ris)

Editor : Hendra Junaedi
#terakota majapahit #keramik China #gerabah