TROWULAN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kompleks pemakaman Troloyo merupakan makam muslim yang erat kaitannya dengan Kerajaan Majapahit. Tugu putih yang ada di area pintu masuk makam Syekh Jumadil Kubro pun diyakini sebagai salah satu peninggalan Wilwatikta.
Suparman, 40, warga setempat, menerangkan, komplek makam Troloyo dibangun pada sekitar tahun 1980. Sebelum adanya renovasi, pemakaman yang juga disebut Citra Pralaya ini dahulu hanya diberi pembatas berupa tembok dan tidak diberi atap. ”Dahulu tidak seperti ini bangunannya. Sekarang setelah direnovasi peziarah menjadi lebih nyaman saat melakukan ritual keagamaan,” ujarnya, Rabu (17/4).
Menurutnya, salah satu penanda kompleks makam Troloyo tempo dulu ialah tugu berwarna putih di sisi depan. Tepatnya di sisi bagian Selatan depan pintu masuk. Tugu ini sengaja tidak dihancurkan karena menjadi salah satu ikon makam Troloyo. Meski kerap kali tak diperhatikan oleh pengunjung karena letaknya di antara para pedagang yang memadati sisi selatan pintu masuk.
”Dari dulu memang sudah ada. Kalau kata sesepuh di sini, ini peninggalan dari zaman Majapahit,” ungkapnya. Kondisi tugu dengan tinggi sekitar 3 meter ini masih berdiri kokoh meski usianya sudah ratusan tahun. Masyarakat tetap menjaga keaslian dari bangunan ini. Salah satunya dengan rutin membersihkan dan mengecat bagian tugu.
Masyarakat sekitar meyakini tugu ini sebagai salah satu simbol keberadaan kompleks pemakaman Islam sejak kala itu hingga kini. ”Tugu ini menjadi bukti bahwa sebelum dibangun sedemikian rupa, Troloyo dahulu hanya sebuah pemakaman yang cukup sederhana,” pungkasnya. (annisa fadilah)
Editor : Martda Vadetya