Area vihara yang menjadi tempat ibadah umat Buddha ini juga menjadi tempat wisata bagi masyarakat umum.
Memasuki Maha Vihara Mojopahit, pengunjung dikenakan tarif yang murah. Pengunjung dewasa dikenakan tarif Rp 5 ribu, sedangkan anak-anak hanya Rp 3 ribu.
Di lokasi, pengunjung bisa mendapatkan sejumlah fasilitas sekaligus menikmati area wisata dan belajar sejarah.
Sugiarta, pemandu setempat menjelaskan, di dalam maha vihara terdapat beberapa patung yang masing-masing memiliki sejarah.
Ada patung Buddha Tidur yang dibangun pada 1983. Panjangnya 22 meter, lebar 6 meter, dan tinggi 3 meter.
Selain itu, ada sejumlah patung Buddha yang sedang meditasi. Juga, patung Buddha dalam posisi dilindungi ular kobra berkepala tujuh dan patung Brahmana.
Pihaknya mengungkapkan, maha vihara awalnya tempat ibadah umat Budha, bukan tempat wisata.
’’Dulu, pernah ditutup. Bukan untuk umum. Tetapi berhubung ada pengunjung yang melihat, akhirnya banyak yang ingin mengetahui. Apa sih Buddha Tidur. Pengunjung bahkan dari mancanegara,’’ ungkapnya.
Sugiarta menceritakan, ada salah satu spot tempat ibadah yang sering jadi jujukan umat Buddha. Itu berada di salah satu ruang doa berupa jamshi atau kayu ramalan yang berbentuk kayu panjang yang diletakkan di wadah bundar.
’’Kehidupan saya seperti apa? Bagaimana? Ini nanti begitu di kocok nanti keluar satu. Inilah ketentuannya untuk mereka. Mereka sangat yakin dan percaya. Berbeda dengan agama lain, ada yang pro dan kontra. Akhirnya nomor berapa nanti ambil ambil di kotak sana, itulah ketentuannya. Kalau keluar dua, berarti gagal, lalu kocok lagi sampai keluar satu,’’ jelasnya.
Sugiarta, pemandu setempat, menyebutkan, ada 9 tempat di dalam maha vihara.
Ada pos tiket, kantor sekretariat, ruang gamelan, kantin, mes karyawan, penginapan, tempat istirahat Bhikku, dapur, dan tempat penitipan abu orang meninggal setelah dikremasi. (Firza Aulia Ningrum/fen)
Editor : Fendy Hermansyah