Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Sungai Brantas di Era Majapahit, Perahu Pengumpan Angkut Barang Lewat Kanal

Yulianto Adi Nugroho • Selasa, 28 November 2023 | 17:00 WIB

TRANSPORTASI AIR: Aktivitas perahu penyeberangan di Sungai Brantas, Desa Betro, Kecamatan Kemlagi. Sejak hampir seribu tahun yang lalu, sungai ini sudah berfungsi sebagai jalur transportasi dan perdag
TRANSPORTASI AIR: Aktivitas perahu penyeberangan di Sungai Brantas, Desa Betro, Kecamatan Kemlagi. Sejak hampir seribu tahun yang lalu, sungai ini sudah berfungsi sebagai jalur transportasi dan perdag
AKTIVITAS perdagangan di kawasan Sungai Brantas pada era Kerajaan Majapahit ditopang dengan hilir mudik perahu-perahu kecil.

Moda transportasi feeder atau pengumpan itu yang berfungsi mengangkut barang ke wilayah ibu kota kerajaan melalui kanal-kanal.

Putut Nugroho menyatakan, berbagai barang dagangan diangkut ke pelabuhan Sungai Brantas menggunakan kapal-besar besar.

Saking besarnya, kapan zaman Jawa kuno itu digambarkan memiliki panjang hingga 136 meter.

Dengan ukuran demikian, kapal ini hanya berlabuh di dermaga utama di Canggu.

Berbagai kebutuhan logistik itu kemudian dibawa ke daerah Ibu Kota Wilwatikta menggunakan jong/jung alias perahu-perahu hiliran atau perahu kecil.

Tak heran, lanjutnya, banyak ditemukan pula jejak peninggalan dermaga di sekitar Trowulan.

Prasasti Kamalagyan 1037 masehi yang memaparkan sungai Brantas sebagai jalur transportasi kuno.
Prasasti Kamalagyan 1037 masehi yang memaparkan sungai Brantas sebagai jalur transportasi kuno.

’’Dari Canggu ganti dengan kapal kecil dan berlabuh seperti di Bejijong yang saat itu tidak menutup kemungkinan adalah kawasan semacam dermaga kecil juga,’’ terang anggota Dewan Kebudayaan Daerah Kota Mojokerto itu.

Bentuk perahu kecil itu tergambar di relief pendapa teras luar Candi Penataran, Blitar. Kapal yang melintas di Sungai Brantas itu digerakkan menggunakan layar dan dayung renteng.

Data ini berkelindan dengan lanskap Kota Majapahit yang dikelilingi kanal-kanal.

Relief yang menunjukkan perahu yang berlayar di sungai.
Relief yang menunjukkan perahu yang berlayar di sungai.

Selain sebagai penyokong sistem irigasi pertanian, sungai kecil yang menyambung ke segala penjuru area inti kerajaan itu juga menjadi jalur transportasi perdagangan.

’’Barang-barang yang datang dengan kapal besar diangkut menggunakan kapal kecil ini,’’ tandasnya. (adi/ron)

Editor : Fendy Hermansyah
#Majapahit #brantas #mojokerto #sungai