”Jadi talut di Situs Kumitir itu bukti nyata kalau sisa struktur yang dibangun tanpa memakai semen itu masih kokoh bertahan walaupun sudah lebih dari 700 tahun,” ujar Budayawan Mojokerto Putut Nugraha.
Dari jenis materialnya, talut bata kuno bukan dibangun tanpa perekat. Seperti bangunan bata era Majapahit lainnya, talut bata kuno mengandalkan perekat dari teknik gosok.
Di mana serpihan bata dari proses gosok tersebut akan menjadi perekat seperti semen ketika dicampur sedikit air dan dikeringkan dengan sempurna.
”Era Majapahit memang terkenal dengan hasil pengolahan tanah liatnya. Terutama teknik bata gosok yang menghasilkan struktur bangunan yang kokoh itu,” terang Putut.
Sedangkan talut boulder, sejumlah sumber menyebut, jika batu pegunungan tersebut disusun sedemikian rupa. Dengan diberi campuran tanah liat antara batu satu dengan lainnya yang lantas dikeringkan hingga sempurna. Sehingga, talut menjadi struktur bangunan kokoh yang mampu menahan lapisan tanah.
Proses pembuatan yang panjang dan pengeringan material yang sempurna membuat dinding talut menjadi struktur yang kokoh. Menjadi bangunan yang tahan akan gerusan air maupun pergerakan tanah.
Sehingga lapisan permukaan tanah diatasnya relatif aman untuk didirikan bangunan. Baik komplek permukiman maupun bangunan suci seperti bangunan-bangunan peninggalan Majapahit pada umumnya. (vad/ron)
Editor : Fendy Hermansyah