12 Mei 2023, kelenteng Hok Sian Kiong, Kota Mojokerto genap berusia 200 tahun. Sejak berdiri 1823, kelenteng dibangun sebagai sarana tempat peribadatan bagi keturunan Tionghoa yang bermukim di kampung Pecinan.
SEJARAWAN Mojokerto Ayuhanafiq memaparkan, kelenteng Hok Sian Kiong menjadi salah satu penanda keberadaan etnis Tionghoa yang sudah lama bermukim di Mojokerto. Hanya saja, pada masa pemerintahan kolonial dibuat kebijakan pembatasan dengan membentuk kampung Pecinan. ”Di kawasan Pecinan ini khusus untuk didiami warga keturunan China,” ungkapnya.
Di Kota Mojokerto, kampung Pecinan berada di kawasan Jalan Mojopahit. Pria yang akrab disapa Yuhan ini menyebut, sebagian besar warga etnis Tionghoa yang bermukim di kampung tersebut bermata pencaharian sebagai pedagang. Baik menjual bahan pokok maupun berbagai jenis gerabah berbahan keramik.
Maka, kata dia, kampung Pecinan kemudian menjadi kawasan perniagaan. Untuk melengkapi fasilitas tempat peribadatan, maka dibangun kelenteng yang dinamakan Hok Sian Kiong. ”Kelenteng Hok Sian Kiong didirikan tahun 1823,” terang Ketua Divisi Kajian dan Pengembangan Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kota Mojokerto ini.
Tak sekadar jadi tanda pengenal, penamaan kelenteng sekaligus juga menjadi doa dan harapan para jemaatnya. Dijelaskan Yuhan, nama Hok berasal dari hoki atau kemujuran. Sedangkan Sian berarti kesejahteraan. Sementara Kiong bermakna tempat ibadah. Maka, dibangunnya kelenteng Hok Sian Kiong bisa menjadi sebuah tempat peribadatan yang membawa kesejahteraan dan keberuntungan.
Yuhan menambahkan, meski terletak Jalan PB Sudirman, namun gerbang utama kelenteng terletak di Jalan Residen. Pintu masuk tersebut menyesuaikan dengan bangunan utama yang menghadap ke arah utara. ”Bangunan menghadap ke arah Sungai Brantas karena terkait dengan dewa yang menjadi tuan rumah di Kelenteng Hok Sian Kiong,” tandasnya.
Di dalam bangunan induk, terdapat altar YM Makco Thian Shang Sheng Mu atau Dewi Air yang diyakini sebagai pelindung dan pemberi rezeki. Selain itu, pemilihan kelenteng yang menghadap utara juga untuk meluruskan dengan arah ke negeri Tiongkok.
Pada 12 Mei 2023 Masehi ini, kelenteng yang berada di Jalan PB Sudirman akan genap berusia 2 abad. Seiring perkembangannya, bangunan berornamen khas negeri tirai bambu ini juga disebut Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Hok Sian Kiong. ”Selain terdapat sarana ibadah bagi pemeluk agama Khonghucu, di kompleks kelenteng juga menyediakan tempat peribadatan bagi umat Buddha dan Tao,” pungkasnya. (ram/ron)
Editor : Fendy Hermansyah