Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Keramik Kuno Era Majapahit, Didominasi Produk Tiongkok

Fendy Hermansyah • Sabtu, 11 Maret 2023 | 17:43 WIB
KHAS: Keramik buatan dinasti Yuan memiliki warna dan corak khas. (Museum PIM BPK XI Jatim for JPRM)
KHAS: Keramik buatan dinasti Yuan memiliki warna dan corak khas. (Museum PIM BPK XI Jatim for JPRM)
KERAJAAN Majapahit memiliki hubungan diplomasi yang baik dengan sejumlah kerajaan di luar Nusantara. Hubungan dagang dan politik yang dibangun seiring dengan derasnya arus perdagangan ke luar dan masuk Nusantara. Masifnya temuan artefak keramik buatan Tiongkok mengindikasikan kuatnya hubungan diplomasi antara negeri tirai bambu dan Wilwatikta.

Dari sejumlah kerajaan dan negara yang membangun hubungan luar negeri dengan Majapahit, dinasti Tiongkok seolah punya tempat tersendiri. Hubungan baik keduanya terbukti dengan kuatnya kerja sama yang dibangun. Khususnya, aspek perdagangan.

Sejumlah komoditas perdagangan keluar masuk Nusantara melalui jalur laut. Mulai dari perdagangan rempah, kain, hasil pertanian, hingga keramik. Selain banyaknya temuan artefak keramik Tiongkok di sejumlah situs, ada sejumlah indikasi lain atas masifnya keramik impor ke Nusantara.

Penelusuran para peneliti menunjukkan adanya tungku pembakaran kuno untuk produksi keramik yang tersebar di wilayah Tiongkok. Mulai dari wilayah Cozhou, Dehua, hingga Guangzhou. Tak pelak, benda-benda porselen kala itu sudah diproduksi masal di Tiongkok. Sehingga, Nusantara jadi salah satu target dagang hasil kerajinan tanah liat tersebut.

’’Dari sejumlah artefak keramik (Tiongkok) yang ditemukan, mereka punya beberapa corak khas. Di antaranya, corak putih biru, hijau seladon, dan pecah seribu,’’ tutur Pengelola PIM Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim Yanti Muda. Saking masifnya keberadaan porselen buatan Tiongkok, lanjut Yanti, terdapat pembagian berdasarkan periodesasi pembuatannya.

Yakni, masa Dinasti Tang (618-906 M), Dinasti Song (960-1127 M), Dinasti Yuan (1260-1368 M), Dinasti Ming (1368-1644 M), hingga Dinasti Qing (1644-1912 M). Arus perdagangan porselen dari negeri tirai bambu ke Nusantara pun memiliki periode yang panjang. Mulai dari abad 13 hingga 20 Masehi. Meski mendominasi, bukan berarti tidak ada sama sekali keramik dari sejumlah kerajaan selain dari Tiongkok.

Bahkan, keramik bangsa Eropa pun sudah menjajaki pangsa pasar Nusantara. ’’Selain itu, keramik dari Eropa dan Jepang juga diperdagangkan di wilayah Majapahit. Tapi periodenya berbeda dengan Tiongkok,’’ papar Yanti. Tercacat, kerajinan porselen Eropa (Belanda, Jerman, Inggris) beredar di Nusantara pada abad 14-16 Masehi dan Jepang pada abad 17-18 Masehi. (vad/ron)
Editor : Fendy Hermansyah
#kabupaten mojokerto #Majapahit #keramik #keramik majapahit #Pemkot Mojokerto #Mojopahit #Pemkab Mojokerto #trawas #pacet #kerajaan majapahit #mojopedia #Kota Mojokerto #mojokerto #keramik mojokerto #soekarno #trowulan #onde-onde