Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Situs Klinterejo dan Bre Kahuripan di Mojokerto Berada Dalam Satu Area

Fendy Hermansyah • Minggu, 27 November 2022 | 13:21 WIB
DIKAJI: Tim ekskavasi tengah mengamati hasil temuan ekskavasi tahap empat Situs Klinterejo Dusun/Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, beberapa waktu lalu. (Martda Vadetya/Jawa Pos Radar Mojokerto)
DIKAJI: Tim ekskavasi tengah mengamati hasil temuan ekskavasi tahap empat Situs Klinterejo Dusun/Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, beberapa waktu lalu. (Martda Vadetya/Jawa Pos Radar Mojokerto)
SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto - Ekskavasi lanjutan Situs Klinterejo baru saja rampung digelar akhir pekan ini. Indikasinya, Situs Klinterejo dan Bhre Kahuripan satu kesatuan dalam area kompleks bangunan suci.

Ketua Tim Ekskavasi sekaligus Arkeolog Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim M Ichwan menerangkan, dari lima sektor sasaran gali pada situs era Raja Hayam Wuruk itu, menghasilkan sejumlah penafsiran. Salah satunya, kedua situs cagar budaya yang berdekatan tersebut masih satu kesatuan.

’’Kedua situs ini masuk kawasan cagar budaya nasional (KCBN) Trowulan. Ini lebih ke sektor ya. Di mana sektor ini dulunya dua situs, Bhre Kahuripan dan Klinterejo. Kedua situs ini ternyata satu kesatuan, ada keterkaitannya. Dibuktikan dengan adanya struktur di antara kedua situs ini yang saling berhubungan,’’ ungkapnya.

Ada sejumlah indikasi yang menguatkan hipotesis tersebut. Struktur yang diduga kuat saling berhubungan itu di antaranya di sekitar lapangan desa dan pendopo tani. Meski dipisah jalan desa, tatanan struktur bata kuno tersebut memiliki karakteristik yang sama. ’’Ada bagian-bagian struktur yang masih ada kaitannya. Dari ekskavasi yang sudah dilakukan, kedua situs ini ada di dalam satu area (dan pagar) keliling. Walaupun masih belum semuanya bisa kami tampakkan,’’ papar Ichwan.

Layaknya kompleks bangunan suci pada umumnya, Situs Bhre Kahuripan yang terletak di sisi timur, memiliki bangunan pendukung lainnya yang didirikan hingga ke sisi barat area. Mulai dari lapangan desa hingga di area kebun tebu yang diyakini sebagai struktur pagar keliling di ujung barat situs. ’’Apalagi, hasil ekskavasi sebelumnya, yang sudah menemukan indikasi adanya gapura (halaman) utama di barat candi. Memungkinkan sekali adanya bangunan-bangunan lain di sisi baratnya,’’ ujarnya.

Hanya saja, pihaknya masih belum bisa bicara banyak soal sebaran struktur bangunan kuno sekaligus fungsi sisa-sisa peradaban Majapahit tersebut. Sebab, masih perlu dilakukan pengkajian lebih lanjut pada kompleks situs berangka tahun 1294 Saka atau 1372 Masehi itu. ’’Denah dan fungsi masing-masing (struktur) ini yang masih kita kejar. Kita juga masih mengumpulkan referensi-referensinya untuk itu. Karena untuk Situs Klinterejo ini perlu pengkajian yang panjang,’’ terang Ichwan.

Menyimpan sejumlah temuan penting nan spektakuler, BPK Wilayah XI Jatim disebut bakal kembali melakukan ekskavasi lanjutan kedua situs dalam satu area tersebut. ’’Untuk jelasnya masih belum tahu kapan. Tapi, biasanya (agenda tahunan ekskavasi) akan dijadwalkan awal tahun (2023) nanti,’’ tandasnya. (vad/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#kabupaten mojokerto #Majapahit #Mojopahit #kerajaan majapahit #situs klinterejo #situs bre kahuripan #Kota Mojokerto #mojokerto #soekarno #trowulan #onde-onde