Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Penggalian Situs Raja Ketiga Majapahit di Mojokerto Diperpanjang Tahun Depan

Fendy Hermansyah • Sabtu, 26 November 2022 | 17:43 WIB
ANTISIPASI KERUSAKAN: Tim ekskavasi Situs Klinterjo tengah menguruk temuan struktur bangunan kuno di bawah lapangan desa, Jumat (25/11). (Martda Vadetya/Jawa Pos Radar Mojokerto)
ANTISIPASI KERUSAKAN: Tim ekskavasi Situs Klinterjo tengah menguruk temuan struktur bangunan kuno di bawah lapangan desa, Jumat (25/11). (Martda Vadetya/Jawa Pos Radar Mojokerto)
Petilasan Tribuana Tunggadewi, Temuan Struktur di Lapangan Diuruk

SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto - Ekskavasi tahap V Situs Klinterejo selama 30 hari rampung digelar Jumat (25/11). Arkeolog menyebut, struktur Situs Klinterejo dan Bhre Kahuripan masih banyak menyisakan teka-teki yang belum terungkap. Apalagi, belum semua bagian area situs rampung digali sepenuhnya.

’’Sejauh ini mungkin baru sekitar 40-50 persen saja yang berhasil diidentifikasi hasil ekskavasi (hingga tahap V),’’ ungkap Ketua Tim Ekskavasi sekaligus Arkeolog Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim M Ichwan, Jumat (25/11). Terlebih, luas area kedua situs yang berdekatan tersebut hingga ratusan meter persegi. Yang disinyalir, masih banyak sebaran benda cagar budaya di sekitar area situs angka tahun 1294 Saka atau 1372 Masehi itu.

’’Di sebelah utara tampak sudah menjadi sawah dan ledok (cekung) sekali, lebih rendah dari bagian lain. Karena ada pemanfaatan tanah ya. Kalaupun ada, ya sisa-sisa,’’ bebernya.

Meski begitu, menurutnya, tidak menutup kemungkinan terdapat sebaran benda cagar budaya sekitar situs. Menyusul kedua situs bersejarah itu bagian dari kawasan cagar budaya nasional (KCBN) Trowulan.

’’Di sisi selatan, dengan kontur tanah yang relatif masih lebih tinggi, mudah-mudahan hasilnya nanti lebih baik. Semoga saja kita bisa menelusuri persebarannya di sekitar sini,’’ sebutnya. Adanya sejumlah temuan spektakuler di kedua situs tersebut dinilai perlu untuk dilakukan ekskavasi lanjutan.

Hanya saja, pihaknya belum bisa bicara banyak soal rencana ekskvasi selanjutnya. ’’Kita masih belum tahu pasti kapan. Nanti awal tahun (depan) baru kita bahas penjadwalannya,’’ tambah Ichwan.

Berakhirnya masa ekskavasi tahap V membuat titik gali di area lapangan desa harus ditutup alias diuruk. Tak lain, hal itu sebagai upaya antisipasi dan perlindungan struktur cagar budaya dari kerusakan. Oleh tim ekskavasi, lapisan struktur yang tampak dilapisi plastik sebelum diuruk tanah.

’’Untuk (titik gali) di area publik saja yang kami tutup lagi. Terutama di lapangan ini. Sisi barat situs tidak kami tutup. Namun tujuan utamanya penutupan ini sebagai pelindungan cagar budaya dari kerusakan karena faktor alam,’’ tukasnya. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah
#kabupaten mojokerto #Majapahit #Mojopahit #kerajaan majapahit #situs klinterejo #Kota Mojokerto #bpk xi jawa timur #mojokerto #tribuana tunggadewi #soekarno #trowulan #onde-onde #eskavasi situs