Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Menyambut 1 Muharam dengan Optimisme

Moch. Chariris • Jumat, 12 Juni 2026 | 01:31 WIB
Dr HM Afif Zamroni, Lc, MEI, Staf Khusus Menteri Desa & PDT.
Dr HM Afif Zamroni, Lc, MEI, Staf Khusus Menteri Desa & PDT.

Oleh: Dr HM Afif Zamroni, Lc, MEI*

MOMENTUM 1 Muharam sebagai peringatan tahun baru Hijriah selalu dirayakan dengan berbagai kegiatan positif oleh umat Islam. Berbagai kegiatan digelar, mulai dari doa bersama, pengajian, santunan anak yatim, kirab budaya, hingga kerja bakti membersihkan lingkungan. Hampir semua masjid, pemerintah daerah, hingga organisasi masyarakat memiliki agenda tetap dalam menyambut datangnya tahun baru Islam tersebut. 

Berbeda dengan perayaan pergantian tahun pada umumnya yang identik dengan kemeriahan dan hiburan. Peringatan 1 Muharam lebih menonjolkan nilai reflektif dan spiritual sebagai upaya meningkatkan kualitas iman serta memperkuat hubungan sosial masyarakat. Semangat perayaan ini mengingatkan kita pada keutamaan bulan Muharam seperti yang dijelaskan para ulama, bahwa empat bulan haram tersebut adalah Dzulqadah, Dzulhijjah, Muharam, dan Rajab. Muharam bahkan disebut sebagai Syahrullah atau bulan Allah. Rasulullah SAW bersabda: 

Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharam.” (HR. Muslim). 

Selain memperkuat dimensi spiritual, peringatan 1 Muharam juga menjadi ruang untuk menghidupkan kembali nilai luhur gotong royong yang telah lama menjadi identitas masyarakat desa. Kegiatan kerja bakti membersihkan masjid, jalan desa, makam, maupun fasilitas umum lainnya bukan sekadar rutinitas sosial, melainkan simbol kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan.

Dalam gotong royong, masyarakat diajarkan bahwa tantangan seberat apa pun akan terasa lebih ringan jika dihadapi secara bersama-sama. Salah satunya dengan kegiatan khitanan massal dan santunan anak yatim. Nilai tersebut menjadi sangat relevan di tengah situasi global dan nasional yang penuh ketidakpastian. 

Tantangan ekonomi, perubahan iklim, juga dinamika sosial, menuntut masyarakat untuk memiliki daya tahan dan kemampuan beradaptasi yang kuat. Kita patut belajar dari semangat warga desa dalam menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dan menjadikan momentum ini sebagai titik tolak untuk membangun optimisme kolektif. 

Berbagai aktivitas positif tersebut berangkat dari teladan tentang betapa pentingnya gotong royong dalam peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke negeri Yatsrib, yang kelak dikenal dengan nama Madinah Al-Munawwarah. Misalnya, bersatunya kaum penduduk asli, Ansor, dengan kaum pendatang, Muhajirin. Atau kerja sama dan gotong royong secara fisik dalam pembangunan Masjid Nabawi. 

Hal penting yang diajarkan dalam gotong royong ini adalah kesetaraan bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab yang sama. Pada beberapa riwayat bahkan disebutkan Nabi Muhammad SAW juga ikut terjun langsung bekerja mengangkut batu dalam membangun masjid yang kini terdapat Raudhah, salah satu tempat yang mustajab untuk memanjatkan doa. 

Semangat hijrah yang terkandung dalam peringatan 1 Muharam mengajarkan bahwa perubahan menuju kondisi yang lebih baik selalu mungkin dilakukan. Hijriah bukan hanya perpindahan fisik, melainkan transformasi sikap, cara berpikir, dan cara bertindak. Dari masyarakat yang pasif menjadi produktif, dari yang individualistis menjadi kolaboratif, serta dari yang pesimistis menjadi optimistis. 

Oleh sebab itu, peringatan 1 Muharam hendaknya tidak berhenti pada seremoni tahunan. Momentum ini harus menjadi pengingat bahwa setiap warga desa memiliki peran dalam perjalanan bangsa. Dengan memperkuat iman, menghidupkan gotong royong, dan menumbuhkan optimisme, desa akan terus berada di garis terdepan pembangunan. Desa terdepan untuk Indonesia. (*)

 *) Staf Khusus Menteri Desa & PDT.

Editor : Fendy Hermansyah
#stafsus kemendes #Afif Zamroni #Staf Khusus Menteri Desa dan PDT #mutiara hikmah