Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Mahasiswa Pascasarjana UM Dorong UMKM Jamur Berinovasi lewat Kemasan dan Branding

Moch. Chariris • Rabu, 12 November 2025 | 15:20 WIB

Oleh: Kuncoro Aprilia Hikmawati dan Yohanes Wibisono
Oleh: Kuncoro Aprilia Hikmawati dan Yohanes Wibisono
 

Sejumlah mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM) melakukan pendampingan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergerak di bidang budi daya jamur tiram. Kegiatan ini berfokus pada peningkatan daya saing melalui modernisasi kemasan, pelatihan penggunaan alat sealer plastik dan timbangan digital, serta penguatan identitas merek atau branding produk. Pendampingan ini direncanakan berlangsung selama satu semester sebagai bentuk implementasi perkuliahan lapangan, dengan bimbingan intensif dari Prof. Dr. Agung Winarno, MM dan Dr. Agus Hermawan, GradDipMgt, M.Si, M.Bus.

 Sebagai salah satu programnya, pada Senin 10 November 2025 dilakukan pendampingan peningkatan mutu produk di sentra jamur binaan PKK Desa Sidoarjo yang dikenal dengan nama Jamur Lestari. Kegiatan ini diikuti oleh para pelaku UMKM, anggota PKK, dan mahasiswa pendamping, dengan tujuan meningkatkan pemahaman tentang teknik pengemasan modern sekaligus mengintegrasikan prinsip sustainable development goals (SDGs) dalam usaha mikro sektor pangan.

 Selain berfokus pada aspek pemasaran dan kemasan, tim mahasiswa juga membantu pelaku usaha dalam meningkatkan konsistensi kualitas produksi melalui pemasangan hygrometer di ruang budi daya jamur tiram.

 Alat tersebut berfungsi untuk memantau suhu dan kelembapan yang ideal bagi pertumbuhan jamur, sehingga hasil panen dapat terjaga stabilitas dan mutunya. Melalui penerapan sistem pengukuran yang konsisten, pelaku usaha kini dapat menentukan kondisi ruangan ideal untuk pertumbuhan jamur tiram yang lebih tepat dan meminimalkan risiko gagal produksi akibat perubahan suhu ekstrem.

 Dengan adanya pendampingan ini, para pelaku UMKM diharapkan semakin memahami pentingnya kontrol kualitas sebagai bagian dari manajemen usaha modern. Salah satu mahasiswa pendamping Yohanes Wibisono menjelaskan, bahwa pendampingan UMKM ini bertujuan memperkuat posisi pelaku usaha lokal agar mampu bersaing secara berkelanjutan.

 ”Pendampingan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis pelaku UMKM, tetapi juga mendukung keberlangsungan usaha mereka melalui inovasi dan efisiensi di setiap tahapan produksi,” ujar Yohanes. 

Sementara itu, mahasiswa Pascasarjana UM lainnya, Kuncoro Aprilia Hikmawati menambahkan, aspek branding menjadi kunci pembeda produk jamur di tengah ketatnya persaingan pasar. ”Branding berfungsi untuk membangun identitas yang kuat dan menjadi pembeda dengan produk sejenis. Dengan kemasan yang modern dan desain label yang menarik, produk jamur lokal akan lebih mudah dikenali dan dipercaya konsumen,” ungkap Kuncoro. 

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Malang sekaligus pembimbing kegiatan Prof. Dr. Agung Winarno, MM, menegaskan, bahwa kegiatan ini tidak hanya diharapkan berdampak pada peningkatan kapasitas UMKM, tetapi juga memperkaya pengalaman belajar mahasiswa. 

Kegiatan ini juga menyoroti keterkaitan erat antara inovasi pengemasan, penguatan identitas merek, dan konsistensi produksi sebagai satu kesatuan strategi menuju pembangunan berkelanjutan. Lebih lanjut, kegiatan pendampingan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antara kampus dan masyarakat, sekaligus mendorong UMKM desa untuk tumbuh secara inovatif, berkelanjutan, dan kompetitif. 

Melalui sinergi antara kreativitas pemasaran, penguasaan teknologi sederhana, dan pembelajaran akademik, kegiatan ini menjadi wujud nyata peran perguruan tinggi dalam memberdayakan ekonomi lokal. Secara keseluruhan, pendampingan ini tidak hanya memperluas wawasan mahasiswa dalam penerapan ilmu manajemen di lapangan, tetapi juga berkontribusi langsung pada pencapaian sejumlah tujuan SDGs. Seperti pengentasan kemiskinan (SDG 1), pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi (SDG 8), serta konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab (SDG 12). 

Hal ini sejalan dengan ungkapan filosofis yang sering disampaikan oleh Prof. Dr. Agung Winarno, M.M, dan Dr. Agus Hermawan, GradDipMgt, M.Si, M.Bus, selaku pembimbing kegiatan ini kepada mahasiswa Universitas Negeri Malang: Ex populo ad academiam, ex academia ad populum, yang artinya dari masyarakat ke kampus, dari kampus ke masyarakat. (*)

 

 

 

Editor : Hendra Junaedi
#Universitas Negeri Malang (UM) #branding #kemasan #mahasiswa pasca sarjana #Inovasi #opini #umkm