Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Solusi Gen Z Mengatasi Anxiety di Era Digital

Fendy Hermansyah • Rabu, 18 Desember 2024 | 14:40 WIB
Oleh : Alfi Dwiyana Sari*)
Oleh : Alfi Dwiyana Sari*)

*)Mahasiswa S1 Jurusan Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang

ANXIETY atau gangguan kecemasan menjadi salah satu isu kesehatan mental yang telah banyak dibicarakan di kalangan generasi Z terutama mahasiswa saat ini. Menurut salah satu para Ahli, Nevid mengatakan “Kecemasan (Anxiety) adalah suatu keadaan aprehensi atau keadaan khawatir yang mengeluhkan bahwa sesuatu yang buruk akan segera terjadi”. Jadi, hal ini biasa terjadi karena adanya tekanan sosial yang tidak sedikit di sekitar kita. Khususnya mahasiswa yang semakin kompleks dengan tuntutan akademis, tekanan sosial di media digital, lingkungan yang tidak sesuai, serta ketidakpastian masa depan. Sehingga dalam hal ini peran kita sebagai seorang apoteker dalam kefarmasian menjadi hal yang sangat penting untuk dapat membantu mereka mengatasi masalah Anxiety ini.

Di era generasi Z saat ini, media sosial dan digital lainnya memang telah membawa banyak manfaat dan keuntungan, akan tetapi juga menghadirkan banyak sekali tantangan yang menjadi pemicu Anxiety. Seperti yang kerap terjadi di media sosial saat ini, mereka (kalangan gen Z) sering membandingkan diri mereka sendiri dengan orang lain di sosial media yang mereka anggap sempurna. Sehingga dengan berjalannya waktu, hal ini lama kelaman akan membuat mereka memiliki rasa kurang percaya diri, insecure yang berlebihan yang berakibat sering mengurung diri di kamar dan bahkan muncul rasa obses ingin menjadi seperti orang itu, yang di mana hal ini akan dapat menyebabkan perasaan overthinking yang berlebihan atau bahkan sampai depresi.

Sedangkan jika dilihat dari sudut pandang biologis, Anxiety itu juga bisa di pengaruhi oleh ketidakseimbangan neurotransmitter di otak kita, seperti serotonin, norepinefrin dan dopamine. Selain itu, juga bisa terjadi karena kebiasaan buruk kita seperti  kurang tidur yang nantinya akan menjadi pemicu timbul kegelisahan, konsumsi kafein yang berlebihan serta pola hidup yang tidak sehat (kebiasaan buruk) yang tidak dapat dicegah lagi karena sudah terbiasa. Beberapa hal itulah yang nantinya memperburuk gejala kecemasan yang menjadi pemicu dari Anxiety ini.

Beberapa solusi dalam kefarmasian yang dapat mengatasi, seperti Pemberian obat Benzodiazepine seperti alprazolam, diazepam, dan lorazepam karena obat ini bekerja dengan cepat untuk meredakan gejala kecemasan akut, akan tetapi memiliki risiko ketergantungan jika digunakan dalam jangka panjang karena termasuk ke kategori psikotropika. Benzodiazepine sendiri adalah obat psikotropika yang bekerja dengan meningkatan efek neurotransmitter GABA (gamma-aminobutyric acid) di otak, yang membantu menenangkan system saraf pusat.

Untuk edukasi pasien oleh Apoteker bisa dilakukan dengan konsultasi langsung (tatap muka) dan online yang menggunakan beberapa aplikasi seperti MyTherapy dapat membantu pasien mengingat jadwal konsumsi obat atau Telekonsultasi dengan Apoteker yang dimana pasien dapat berkonsultasi dengan kita (Apoteker) secara daring atau online untuk mendapatkan rekomendasi obat atau suplemen yang sesuai dengan Anxiety atau tingkat kecemasan itu. Dan dijelaskan juga mengenai interaksi obat, dimana pasien harus tahu mengenai interaksi obat-obatan yang digunakan untuk anxiety dengan obat lain atau beberapa makanan tertentu. Sehingga, dengan beberapa cara edukasi itulah yang nantinya akan lebih memudahkan pasien untuk berkonsultasi dengan seorang Apoteker tentang bagaimana cara mengatasi Anxiety lebih lanjut.

Kesimpulannya, Anxiety atau gangguan kecemasan sekarang memang sudah menjadi. Untuk mengatasinya harus dikaitkan dengan ilmu kefarmasian, yang nantinya kita sebagai seorang Apoteker akan memberikan obat-obatan serta edukasi kepada pasien mengenai segala yang berkaitan dengan obat-obatan yang akan dikonsumsi, tentang bagaimana penggunaan dan risikonya guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan karena kandungan dari zat aktif beberapa obat tersebut. Selain itu, bisa juga dengan edukasi online yang menggunakan beberapa aplikasi seperti MyTherahapy atau Telekonsultasi. Jug, bisa dengan merubah kebiasaan buruk (perubahan perilaku). (*)

Editor : Hendra Junaedi
#anxiety disorder adalah #Gen Z #opini #anxiety