*)Mahasiswa Jurusan Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang
KEPALA Kantor Staf Presiden Republik Indonesia Jenderal Moeldoko menerima kunjungan dari praktisi kesehatan asal Malaysia, Izaddeen Daud selaku Group Chief Executive Officer Boustead Holdings Berhad dan Zulfikli Jafar selaku Executive Director Pharmaniaga Berhad. Pertemuan ini berlangsung di Kantor Kepala Staf Presiden Republik Indonesia, Jakarta pada Jumat (31/05).
Pharmaniaga Berhad terus melebarkan sayap dan mengembangkan teknologi Farmasi di Malaysia dan Indonesia, serta telah memiliki anak usaha yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, yakni PT Millenium Pharmacon International Tbk (SDPC), yang merupakan perusahaan logistik dan distribusi farmasi berbasis teknologi. Pharmaniaga Berhad kini akan berkolaborasi dengan perusahaan bidang kesehatan di tanah air, yaitu PT Hatra Medical Indonesia di bawah naungan Hatra Group.
Hatra Group merupakan perusahaan induk yang menaungi sejumlah lini usaha dengan tujuan membangun ekosistem bisnis yang berkelanjutan, antara lain di bidang kesehatan, properti dan teknologi. Rencana kerja sama antara Indonesia dan Malaysia ini diyakini dapat menjawab tantangan industri kesehatan. Tidak hanya itu, Pharmaniaga Berhad juga akan mengembangkan insulin halal untuk pasar farmasi dunia, khususnya kawasan Asia-Pasifik.
Indonesia juga bekerja sama dengan India dalam menghadapi pandemi. Menurut Presiden Joko Widodo, India memiliki kapasitas yang besar pada sektor kesehatan utamanya pada bidang farmasi. India merupakan produsen vaksin terbesar di dunia dan produk farmasi terbesar ketiga di dunia. Indonesia juga pernah menjalin kerja sama dengan Jepang. Dalam rangka meningkatkan performa dan ketahanan sistem kesehatan bagi pencapaian derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik, kini Indonesia menggandeng negara Jepang untuk melakukan penguatan industri farmasi dan alat kesehatan nasional.
Dengan adanya kerja sama yang sempat dilakukan antara Indonesia dengan Jepang dan juga India yang kemudian berhasil mengeluarkan produk medis bermanfaat. Karena keberhasilan tersebut, diharapkan bahwa kerja sama antara Indonesia dan Malaysia berjalan dengan lancar. Berikut adalah beberapa keuntungan bagi Indonesia. Kerja sama dengan negara-negara maju dalam teknologi farmasi memungkinkan Indonesia untuk mendapatkan akses teknologi terbaru, yang dapat meningkatkan efisiensi produksi obat dan vaksin.
Melalui kerjasama internasional, Indonesia dapat berpartisipasi dalam penelitian bersama yang mendorong inovasi dalam pengembangan produk farmasi. Termasuk seminar internasional yang mempertemukan akademisi dan praktisi industri untuk berbagai pengetahuan dan hasil penelitian. Indonesia bisa membuka peluang untuk menjual produk farmasi ke pasar internasional terutama pada Kawasan ASEAN. Dengan adanya jaringan kerja sama internasional, Indonesia lebih siap dalam menghadapi krisis kesehatan global.
Melalui kolaborasi dengan institusi luar negeri, tenaga medis dan peneliti di Indonesia dapat memperoleh pengalaman dan pengetahuan baru yang berharga dalam praktik terbaik di bidang farmasi. Kerja sama dengan negara lain di bidang kesehatan adalah salah satu latihan bagi tenaga medis. Kerja sama dengan negara seperti India yang terkenal sebagai produsen vaksin, memungkinkan Indonesia untuk mendiversifikasi lokasi produksi dan memperkuat rantai pasokan obat dan vaksin.
Dengan demikian, kerja sama Indonesia di bidang farmasi memiliki banyak keuntungan, tidak hanya di bidang ekonomi tetapi juga dapat meningkatkan sistem kesehatan dan kualitas hidup masyarakat Indonesia. (*)
Editor : Hendra Junaedi