*) Mahasiswa Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang
DUNIA skincare Indonesia sedang dihebohkan dengan kemunculan sosok misterius di media sosial TikTok bernama Dokter Detektif. Dokter Detektif tersebut menarik perhatian publik karena kegiatannya yang membongkar beberapa skincare yang dianggap overclaim atau klaim yang berlebihan dari berbagai produk skincare. Dengan mengenakan topeng untuk menjaga anonimitas, ia membuat kontroversi dengan menguji beberapa produk-produk skincare melalui uji laboratorium dan membagikan hasilnya kepada para pengikutnya. Dalam postingan TikTok resminya @dokterdetektif pada Selasa, (17/9/2024), Dokter Detektif tersebut menyebut bahwa masih banyak masyarakat awam yang tidak mengerti konsep skincare overclaim.
Menurutnya, masyarakat hanya berfokus pada BPOM produk, padahal yang tak kalah penting adalah memastikan produk tersebut sesuai dengan klaimnya atau hanya sekadar overclaim. Sehingga, konten dari Dokter Detektif ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat dalam memahami resiko produk kecantikan yang tidak aman. Dalam setiap videonya, Dokter Detektif menyajikan informasi secara rinci mengenai bahan-bahan yang digunakan dalam beberapa produk kecantikan sesuai dengan hasil uji laboratorium.
Overclaim adalah klaim berlebihan yang dibuat oleh produsen skincare mengenai efektivitas atau kandungan bahan aktif dalam produk mereka. Misalnya, sebuah produk mengklaim mengandung niacinamide 10%, tetapi hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa kandungan sebenarnya hanya 4%. Fenomena ini semakin marak di tengah persaingan ketat di industri kecantikan, di mana banyak merek berusaha menarik perhatian konsumen dengan janji-janji yang tidak selalu dapat dipenuhi.
Berdasarkan hasil uji lab yang dilakukan oleh Doker detektif, berikut beberapa produk skincare yang terbukti tidak sesuai dengan klaimnya. Di antaranya, Facial wash bioaqua yang klaim : 5 persen niacinamide, setelah dilakukan uji lab : 0,010 persen niacinamide. Gluta bright B3 serum originate dengan klaim 10 persen niacinamide, setelah dilakukan uji lab : 4,97 persen niacinamide. Serum azarine dengan klaim 10 persen niacinamide setelah dilakukan uji lab : 0,45 persen niacinamide.
Berikut beberapa produk skincare yang terbukti sesuai dengan klaimnya. Berdasarkan uji lab yang dilakukan oleh dokter detektif. Yakni, serum Avoskin dengan klaim: 12 persen niacinamide, setelah dilakukan uji lab: 11,56 persen niacinamide. Sunscreen Skintific dengan klaim: spf 50+ PA ++, setelah dilakukan uji lab: spf 52,27+ PA ++. Hanasui Bright Expert Serum dengan klaim: 10 persen niacinamide, setelah dilakukan uji lab : 10,55 persen niacinamide.
Sejak video-video Dokter detektif ramai di perbincangkan, banyak konsumen menjadi lebih waspada terhadap produk skincare yang mereka gunakan. Hal ini menunjukkan peningkatan kesadaran konsumen akan pentingnya pemasaran produk kecantikan. Pemberian informasi pada produk skincare sebagai landasan konsumen untuk menentukan pilihan produk skincare yang disesuaikan dengan kebutuhan kulit. Apabila produk skincare tersebut tidak sesuai dengan janji yang diberikan dapat mengakibatkan konsumen menderita ketidakcocokan produk skincare pada kulitnya, seperti iritasi dan lain-lain.
Ciri-ciri produk skincare yang overclaim sebagai berikut. Yakni, menjanjikan hasil yang instan, tidak mencantumkan bukti atau sertifikasi, dan mengabaikan kebutuhan dan jenis kulit. Sedangkan, tips menghindari produk-produk skincare yang overclaim sebagai berikut: baca klaim dengan teliti, hindari terpikat oleh kemasan atau iklan. (*)
Editor : Hendra Junaedi