Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Demi Kulit Putih, Kesehatan Disepelekan

Fendy Hermansyah • Kamis, 28 November 2024 | 14:15 WIB

 

Oleh: Delia Eka Wulandari*
Oleh: Delia Eka Wulandari*

*Mahasiswa Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang

 MEMILIKI kulit putih dan cerah menjadi salah satu keinginan banyak orang. Bahkan tak sedikit yang akhirnya melakukan berbagai cara untuk mendapatkan kulit lebih putih dengan cepat. Salah satu cara yang dilakukan adalah suntik putih menggunakan zat glutathione. Namun, metode yang dilakukan ini menimbulkan pro dan kontra terkait keamanan dari zat yang digunakan. Apa sih suntik putih itu?

Suntik putih atau (white injection) adalah salah satu treatment yang kerap kali dilakukan oleh perempuan demi mendapatkan kulit yang cerah dengan instan. Penggunaan suntik putih biasanya dilakukan dengan menyuntikkan beberapa cairan lewat kromosom dalam tubuh yang mengandung vitamin C, glutathion, collagen, cairan injeksi placenta suis, embryo suis, dan arteri suis dalam kadar tertentu.

Suntik putih yang bisa menimbulkan bahaya bagi tubuh adalah menyuntikkan abal-abal, ada 2 bahaya yang akan ditimbulkan oleh suntik putih abal-abal yakni jangka pendek dan jangka panjang. Untuk jangka pendek bisa berupa reaksi alergi, baik ringan maupun berat, sedangkan, untuk bahaya jangka panjang dari suntikan putih abal-abal adalah kerusakan para organ pencernaan, kerusakan pada hati, ginjal, hingga kematian.

Di dalam whitening injection terdapat beberapa zat seperti asam traneksamat (atau transamin), glutathione, vitamin C, dan vitamin E. Selain untuk memutihkan kulit, prosedur whitening injection juga dapat menangani masalah penuaan pada kulit dan menghilangkan bekas luka. produk whitening injection yang dijual di pasaran dapat disuntikkan ke pembuluh darah, otot, atau di bawah kulit. Namun, tidak semua produk memiliki izin dari FDA maupun BPOM. Akhirnya, banyak wanita yang terjebak dan membeli produk belum tersertifikasi (tidak aman) di pasaran.

Suntik putih kini menjadi trend di kalangan masyarakat terutama kaum hawa. Hal ini yang membuat orang berupaya untuk membuat warna kulit mereka menjadi lebih cerah dari warna kulit asli mereka. Maraknya penggunaan kandungan yang dipakai untuk suntik putih yang diyakini lebih cepat membuat kulit mereka akan terlihat lebih cerah dan sehat dari sebelumnya.

Dalam penggunaan suntik putih harus sesuai dengan standar prosedur operasional (SPO) dimana konsumen yang ingin menggunakan suntik putih, hanya boleh dilakukan oleh dokter yang kompeten dalam hal perawatan kulit, kemudian konsumen harus diperiksa kesehatannya melalui laboraturium dilihat keadaan fungsi ginjal, hati, kulit serta lambung.

Tingkat pengetahuan konsumen dalam hal penggunaan suntik putih sangat minim, ini dapat dibuktikan dengan konsumen tidak diberikan informasi dengan benar, jelas dan jujur serta pelaku usaha yang tidak memberikan rasa keamanan, kenyamanan serta keselamatan bagi konsumen. Konsumen tidak diberi informasi mengenai efek samping akibat menggunakan suntik putih, konsumen juga tidak diberi informasi bahwa penggunaan suntik putih tidak boleh dikonsumsi seusia 20-30 tahun.

Ada dua cara dalam penyuntikan vitamin C yaitu dengan intravena dan intramuskular. Untuk suntik vitamin C, cara yang lebih ampuh dan aman adalah dengan menggunakan intravena. Selain itu penyuntikan melalui pembuluh darah (intravena) tidak terlau sakit dibanding penyuntikan ke otot (intramuskular). Penyuntikan pada pembuluh darah dilakukan pada lekukan siku bagian dalam seperti donor darah. Penyuntikan ini dapat dilakukan bantuan dokter yang ahli pada bidangnya.

Adapun efek samping dari vitamin C melaui injeksi maupun oral yang dimana penyaringannya melalui hati dan ginjal, sebelum melakukan treatment ini harus memeriksa kondisi kesehatan, dan jika mempunyai penyakit seperti hipertensi, diabetes dan gula darah, maka jika disuntikkan vitamin C baik secara sementara namun pada jangka panjang akan memberatkan organ tertentu.

Selain itu, ada juga proses yang lain, yaitu dengan cara oral. Oral adalah menelan obat melalui mulut dan obat tersebut jarang larut dalam mulut. Metode ini dalam penggunaan vitamin C digunakan sebagai pengobatan hipermentasi pada kulit. Oral vitamin C dapat meningkatkan transkripsi kolagen dan pro kolagen 1 ekspresi protein pada kulit manusia. Vitamin C dalam kulit memerankan peran yang sangat penting dalam fotoproteksi dan penuaan. Peran vitamin C di fotoproteksi telah ditunjukkan oleh penurunan dramatis vitamin C pada kulit berikut radiasi UV dosis vitamin C dengan metode oral yaitu 500 ml. (*)

 

Editor : Hendra Junaedi
#kulit putih #opini