Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Skincare Ilegal, Si Instan yang Berbahaya

Fendy Hermansyah • Rabu, 27 November 2024 | 15:40 WIB
Oleh: Dona Nurrachmawati*
Oleh: Dona Nurrachmawati*


*Mahasiswa Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang
KECANTIKAN wanita sejati tumbuh dari hati yang berseri. Pada era saat ini maraknya penjualan skincare dengan harga murah dan memberikan hasil yang instan banyak digandrungi oleh kalangan ibu-ibu muda. Skincare ilegal atau skincare abal-abal banyak diminati masyarakat terutama ibu-ibu yang menginginkan kulit putih dan glowing secara instan.
Ibu-ibu seringkali mempercayai bahwa penggunaan skincare dapat meningkatkan rasa percaya diri, dengan keinginan anti ribet dan dalih “cocok-cocokan”. Ibu-ibu merasa perlu menggunakan produk kecantikan tanpa menghiraukan kandungan bahan yang digunakan skincare tersebut dan apa yang dibutuhkan oleh kulit wajahnya, mereka hanya menginginkan hasil yang instan dengan harga murah.
Bahan berbahaya sering disalah gunakan oleh para owner untuk kandungan skincare nya seperti mercuri, salah satu produk yang mengandung mercuri adalah Turbo Intensive sebagai krim pencerah dan anti penuaan. Namun, kandungan mercuri memiliki efek samping berupa ochronosis (kulit kemerahan hingga menghitam), hingga menyebabkan kanker kulit. Pada dunia industri, mercuri banyak digunakan untuk thermometer, saklar listrik, dan pembuatan baterai. Bahan lain yang disalah gunakan yaitu, hidrokunion dengan dosis yang tinggi.
Hidrokunion digunakan untuk mencerahkan bagian kulit yang gelap. Akan tetapi hidrokunion di legalkan dengan konsentrasi tidak lebih dari 2 persen. Para owner juga sering menggunakan campuran Parahidroksibenzoat atau paraben lebih dari dosis yang ditentukan, yaitu 0,4 persen dengan tujuan untuk pelembab, berefek samping iritasi kulit hingga gangguan hormon.
Minimnya literasi pada masyarakat yang menginginkan semuanya serba instan dan murah. Itu menjadikan para owner skincare berlomba-lomba menciptakan produk yang tidak sesuai dengan klaim di kemasannya. Masyarakat seringkali tidak menghiraukan bentuk produknya. Ciri-ciri kemasan skincare illegal antara lain, seperti kemasan tidak jelas atau terlihat murahan, bahan-bahan tidak jelas, produk tidak memiliki label atau informasi produksi yang jelas (dibuat tulisan komposisi sekecil mungkin).
Peredaran skincare illegal masih terus ramai karena kurangnya pengawasan. Banyak produk skincare dijual bebas di desa-desa kecil yang kurang terjangkau oleh pemerintah, sehingga konsumen seringkali memilih produk tanpa memperhatikan legalitas dan keamanannya. Hal ini menyebabkan penggunaan produk skincare ilegal yang dapat berbahaya bagi kesehatan kulit.
Badan Pengawas Obat dan Makanan, juga Menteri Perdagangan harus tegas serta rutin mengawasi produksi, penjualan dan peredaran produk skincare baru. Menindak lanjuti dan jerat hukum para owner beserta tempat produksi skincare illegal. Kemudian berantas habis produk skincare yang berbahaya.
Kandungan skincare yang aman akan sesuai dengan kebutuhan kulit. memang tidak instan, namun butuh kesabaran, maka akan menghasilkan yang terbaik. Saat ini ibu-ibu muda yang aktif media sosial bisa menggunakan layanan situs online atau membuat janji temu pada konsultan kesehatan dan kecantikan untuk berkonsultasi tentang masalah kulitnya.
Terdapat resiko dalam penjualan skincare yang aman, Dimana para oknum nakal melakukan pemalsuan atau peralihan komposisi (bahan-bahan asli dicampur dengan bahan berkualitas rendah), sehingga menurunkan efektivitias dan keamanan produk. Para oknum tersebut memberikan harga yang jauh lebih murah dari produk aslinya, dengan tujuan agar para pembeli tertarik untuk mencobanya.
Bijaklah dalam memilih produk skincare yang aman dan sesuai dengan kebutuhan kulit. Meskipun keinginan untuk tampil cantik secara instan sangat besar, perlu diingat bahwa hasil yang baik dan sehat membutuhkan waktu, kesabaran, dan perhatian terhadap kandungan skincare tersebut. (*)

Editor : Hendra Junaedi
#skincare #opini