*Mahasiswa Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang
DEXTROMETHORPHAN (DMP) adalah senyawa yang sering digunakan sebagai bahan aktif dalam berbagai obat batuk yang dijual bebas di apotek. Obat yang mengandung DMP bekerja dengan menekan refleks batuk, sehingga sangat membantu bagi orang yang menderita batuk kering yang mengganggu. Meskipun obat ini biasanya aman jika digunakan sesuai dosis yang dianjurkan, penggunaan yang tidak sesuai anjuran dapat menimbulkan sejumlah bahaya kesehatan yang serius.
Pada kenyataannya, penyalahgunaan dextromethorphan telah menjadi masalah yang meningkat, terutama di kalangan remaja dan orang dewasa muda yang sering menggunakan obat ini untuk efek psikoaktifnya. Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai bahaya yang dapat timbul akibat penggunaan obat yang mengandung dextromethorphan secara berlebihan atau tidak sesuai dosis.
Dextromethorphan adalah obat yang digunakan untuk meredakan batuk dengan cara menekan pusat batuk yang ada di otak. Obat ini biasa ditemukan dalam bentuk sirup atau tablet yang tersedia tanpa resep dokter. Meskipun awalnya dirancang untuk mengatasi batuk, dextromethorphan juga memiliki sifat psikoaktif, yang berarti dapat memengaruhi sistem saraf pusat dan menghasilkan efek seperti perasaan euforia, halusinasi, atau bahkan kehilangan kesadaran dalam dosis tinggi.
Obat yang mengandung dextromethorphan memiliki aturan khusus mengenai cara pembeliannya. Berdasarkan regulasi di Indonesia, obat dengan kandungan dextromethorphan di atas 15 mg per kemasan harus dibeli dengan resep dokter. Hal ini bertujuan untuk mencegah penyalahgunaan dan penggunaan obat ini dalam dosis yang berlebihan, yang bisa berbahaya bagi kesehatan.
Sementara itu, obat dengan kandungan dextromethorphan 15 mg per kemasan dapat dibeli secara bebas terbatas di apotek tanpa resep. Namun, obat ini harus dilabeli dengan penandaan "obat bebas terbatas". Artinya, meskipun bisa dibeli tanpa resep, pembeli tetap harus berhati-hati dalam menggunakannya.
Penggunaan dextromethorphan dalam dosis yang sesuai dengan petunjuk dokter umumnya aman dan efektif. Namun, jika digunakan dalam dosis tinggi atau disalahgunakan, DMP dapat menimbulkan berbagai efek samping fisik yang berbahaya. Salah satu efek samping yang sering dialami pengguna dextromethorphan dalam dosis berlebihan adalah gangguan pencernaan.
Salah satu alasan mengapa DMP sering disalahgunakan adalah efek psikoaktif yang ditimbulkannya. Dalam dosis tinggi, dextromethorphan dapat mengubah cara otak berfungsi, memengaruhi persepsi seseorang terhadap dunia di sekitarnya. Beberapa gangguan mental yang dapat muncul akibat overdosis DMP antara lain: Pada dosis tinggi, dextromethorphan dapat menyebabkan halusinasi visual dan pendengaran.
Dextromethorphan dapat berinteraksi dengan berbagai jenis obat lain, baik yang dijual bebas maupun obat resep. Salah satu interaksi yang sangat berbahaya adalah dengan obat penghambat monoamine oxidase (MAOIs), yang digunakan untuk mengobati depresi. Ketika DMP dikombinasikan dengan obat ini, dapat terjadi reaksi berbahaya seperti hipertensi parah (krisis hipertensi) atau sindrom serotonin, yang dapat mengancam jiwa.
Selain itu, jika DMP digunakan bersamaan dengan alkohol atau obat penenang lainnya, efek depresan pada sistem saraf pusat dapat meningkat, meningkatkan risiko overdosis, penurunan kesadaran, dan kematian. Overdosis dextromethorphan adalah kondisi medis yang serius dan memerlukan perhatian segera. Gejala overdosis DMP meliputi Kejang Perubahan kesadaran (seperti kebingungan atau kehilangan kesadaran) Kesulitan bernapas Tekanan darah tinggi atau rendah Denyut jantung yang sangat cepat atau lambat Gangguan koordinasi dan mobilitas
Penyalahgunaan dextromethorphan dapat dicegah dengan meningkatkan kesadaran akan bahaya obat ini. Pendidikan mengenai risiko penggunaan obat secara berlebihan perlu ditingkatkan, terutama di kalangan remaja dan orang dewasa muda. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal menunjukkan tanda-tanda penyalahgunaan DMP, sangat penting untuk mencari bantuan medis sesegera mungkin. Pengobatan dan konseling dapat membantu mengatasi ketergantungan dan mengurangi risiko efek samping yang berbahaya. Dextromethorphan adalah obat yang dapat bermanfaat untuk meredakan batuk jika digunakan dengan benar dan sesuai dosis. (*)
Editor : Hendra Junaedi