Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Berburu Lailatul Qadar

Fendy Hermansyah • Senin, 8 April 2024 | 21:21 WIB

Alifah Nanik Hidayatin, S.Pd., MMPd, Kepala SDN Banjaragung 1 Puri
Alifah Nanik Hidayatin, S.Pd., MMPd, Kepala SDN Banjaragung 1 Puri
Oleh: Alifah Nanik Hidayatin, S.Pd., MMPd, Kepala SDN Banjaragung 1 Puri

RAMADAN selalu dinantikan kehadirannya, bulan suci yang ditunggu-tunggu oleh seluruh umat Islam. Bulan yang penuh berkah berlipat pahala. Yang jelas, kebanyakan orang, tidak sebatas umat Islam saja, pasti akan mendapatkan tambahan rejeki dengan hadirnya Ramadan daripada bulan-bulan yang lain. Hal itu dikarenakan pada bulan Ramadan kita biasanya akan menerima THR, parcel, hadiah, angpao, dan atau sedekah. Belum lagi bukber dan takjil gratis di masjid, langgar atau musala. Bahkan di sepanjang jalan dan spot tertentu. Saat ini juga mulai menjamur istilah berbagi paket sahur di sepertiga malam bulan Ramadan.

Ramadan juga jadi momen yang menguntungkan, sebagai ajang bagi pebisnis untuk mengembangkan usahanya. Pedagang dadakan juga bermunculan mengais rezeki pada tempat-tempat yang tidak biasa. Setiap hari pembeli berbondong-bondong ’’sa’i’’ ke pasar, mal, dan tempat-tempat di mana mereka bisa mendapatkan apa yang dibutuhkan selama Ramadan dan menjelang Lebaran. Jasa online pun kian marak. Makanan, pakaian hingga perabot rumah tangga diserbu seru. Saat keberuntungan atau rejeki itu tiba-tiba dirasa datang menghampiri seseorang di bulan Ramadan, ada yang bilang mereka dapat lailatul qadar.

Ramadan dan Lailatul Qadar

Lailatul Qadar identik dengan Ramadan. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan Lailatul Qadar? Firman Allah dalam Al-Qur’an menyebutkan. ’’Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar’’(QS Al-Qadr [97]: 1-5).

Kata Qadar sendiri menurut Muhammad Quraish Shihab dalam buku Membumikan Al-Qur’an yang dilansir dari NU Online, terdapat tiga pemahaman.

Qadar berarti Penetapan, Malam Penetapan Allah bagi perjalanan hidup manusia. Malam dicatatnya Takdir Tahunan. ’’Allah melapangkan rezeki bagi yang dikehendaki dan mempersempitnya bagi yang dikehendaki-Nya’’ (QS.Ar-Ra’du; 26).

Qadar berarti Kemuliaan, Malam Kemuliaan turunnya Al-Qur’an yang menjadi titik tolak dari segala kemuliaan yang dapat diraih.

Qadar berarti Sempit, Malam yang Sempit karena banyaknya malaikat yang turun ke bumi untuk mengatur segala urusan. ’’Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan’’ (QS Al-Qadr: 4).

Dari pemahaman di atas dapat kita tafsirkan bahwa Lailatul Qadar adalah malam kemuliaan diturunkannya Al-Qur’an, dan turunnya para malaikat yang berdesak memenuhi bumi untuk mengatur segala urusan atas izin Allah SWT. Allah menetapkan perjalanan hidup manusia. Allah melapangkan dan menyempitkan rezeki bagi yang dikehendaki-Nya. Oleh sebab itu, umat Islam berebut mencari syafaat catatan takdir terbaik di malam yang lebih baik dari seribu bulan, Lailatul Qadar, yang hanya terjadi di bulan suci Ramadan. Untuk itu umat Islam dianjurkan agar selalu beribadah dan memperbanyak amalan yang baik, serta mampu introspeksi diri, memperbaiki diri terutama selama bulan suci Ramadan.

Berburu Lailatul Qadar

Sebagai umat Islam tentunya kita tidak ingin melewatkan keberkahan malam Lailatul Qadar begitu saja. Segala upaya dilakukan untuk mendapatkan syafaat dari malam yang penuh kemuliaan. Beberapa amalan yang bisa akita lakukan dalam berburu Lailatul Qadar di antaranya yaitu; membaca Al-Qur’an, salat malam, berdzikir, memperbanyak doa dan itikaf di masjid.

Masjid Agung Al-Fattah Mojokerto adalah masjid bersejarah tertua yang ada di kota Mojokerto. Menurut warga sekitar, tradisi berburu Lailatul Qadar sudah ada sejak era mbah buyut mereka. Sejak masa kecil, anak-anak diajak ke masjid Al-Fattah ini untuk berburu Lailatul Qadar, melaksanakan salat malam terutama di 10 hari terakhir di sepertiga malam di bulan suci Ramadan. Tradisi ini tidak pernah surut, bahkan saat ini semakin banyak para pemburu Lailatul Qadar yang berdatangan dari luar daerah. Tak kalah padatnya dengan jamaah saat salat Tarawih.

Suasana temaram masjid dihiasi aktivitas pribadi dengan niat dikabulkannya hajat masing-masing. Para jamaah khusuk melaksanakan iktikaf, berdiam di masjid, berburuLailatul Qadar dari tengah malam hingga menjelang fajar. Beberapa jamaah tidak memperdulikan antara malam ganjil atau tidak. Setiap hari mereka tetap berangkat ke masjid meski suasana jamaah agak berkurang dibanding saat malam ganjil. Setiap hari selalu ada jamaah yang datang.

Jika saat sore hari, kita bisa mengikuti kegiatan berbagi takjil di Masjid Agung Al-Fattah, maka menjelang fajar, kita juga akan temui kegiatan berbagi paket sahur di sepertiga malam ganjil Ramadan. Para donatur memberikan kartu/kupon kepada para jamaah yang akan memasuki masjid. Setelahnya, para jamaah menukarkan kartu dengan paket sahur saat keluar pulang dari masjid.

Kapan Lailatul Qadar Terjadi

Peristiwa Lailatul Qadar itu menjadi rahasia Allah SWT. Hanya orang terpilih dan Allah saja yang tahu. Rasulullah tidak pernah menyebut secara pasti hanya memberikan gambaran dan petunjuk akan datangnya Lailatul Qadar. ’’Carilah Lailatul Qadar di malam ganjil dari sepuluh terakhir bulan Ramadan pada sembilan, tujuh, dan lima malam yang tersisa’’ (HR Imam Bukhari).

Diriwayatkan pula dalam hadist yang lain, ’’Carilah Lailatul Qadar di sepuluh malam terakhir, namun jika ia ditimpa keletihan, maka janganlah ia dikalahkan pada tujuh malam yang tersisa’’(HR Muslim).

Hikmah rahasia kapan datangnya Lailatul Qadar membuat umat Islam terus beribadah setiap malam dengan harapan mendapatkan keselamatan dan kemuliaan yang setingginya karena malam Lailatul Qadar tidak dijumpai pada waktu-waktu yang lain, di selain Ramadan.

Tanda datangnya Lailatul Qadar diriwayatkan dalam hadis berikut dilansir dari https://balitbangdiklat.kemenag.go.id. ’’Malam itu adalah malam yang cerah yaitu malam kedua puluh tujuh (dari bulan Ramadan). Dan tanda-tandanya ialah pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru’’ (HR. Muslim no. 762, dari Ubay bin Ka’ab).

’’Lailatul qodar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar tidak begitu cerah dan nampak kemerah-merahan’’ (HR. Ath Thoyalisi dan Al Baihaqi).

Siapa yang Mendapatkan Lailatul Qadar

Hanya setiap muslim yang bersungguh-sungguh saja yang akan meraih kemuliaan dari malam Lailatul Qadar. Rasulullah memberi gambaran bagi orang yang bersungguh-sungguh ingin mendapatkan syafaat di malam lailatul qadar. ’’Barangsiapa salat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharapkan pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lampau (HR Imam Bukhari).

Syaikh Prof. Dr. Muhammad Az-Zuhaily mengatakan,’’Siapa saja yang melihat lailatul qodar terjadi, hendaklah ia sembunyikan. Lalu ia berdoa dengan penuh keikhlasan, niat, dan keyakinan untuk kepentingan agama dan dunianya’’ (Al-Mu’tamad fii Al-Fiqh Asy-Syafii, 2:223).

Semoga kita termasuk orang terpilih yang mendapatkan Lailatul Qadar. Allahumma Aamin. (*)

 

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
#radar mojokerto #jawa pos #ramadan #Kalam Ramadan