RAMADAN tahun 1445 Hijriah ini kesempatan emas bagi umat beragama islam untuk bergerak fastabiqul khairat artinya senantiasa bergerak berlomba-lomba dalam kebaikan yaitu memanfaatkan waktu di bulan ramadan ini dengan cara terbaik menambah pahala serta menjauhkan dari godaan setan yang menyesatkan.
Puasa Ramadan bagi umat Islam merupakan bulan menempa dan melatih diri untuk menahan segala hawa nafsu. Jangankan yang haram seperti mencuri, menipu dan sebagainya, yang halal saja dilarang oleh Allah SWT sementara waktu seperti; makan, minum dan berhubungan seks bagi yang sudah menikah sampai waktu yang ditentukan.
Dalam Al-Qur’an surat Al Baqarah ayat 183, Allah SWT berfirman: ’’Ya ayyuhalladzina amanu kutiba alaikumu-shiyam, kama kutiba ‘alaladzina min qablikum la’allakum tattaqun.’’ Yang artinya: “Wahai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu. (Berpuasa) agar kamu bertakwa.”
Janji Allah pada hamba-hamba yang benar-benar bertakwa, ’’Waman yattaqillaha yaj’al lahu makhroja, wa yarzuqhu min haitshu la yahtasib. Waman yatawakkal Alallahi fahuwa hasbuh. Innallaha balighu Amrih. Qad ja’alallahu likulli syaiin qodroo.”
Artinya: ’’Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah (dengan mengerjakan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya), niscaya Allah akan mengadakan baginya jalan keluar (dari segala perkara yang menyusahkannya). Serta memberinya rezeki dari jalan yang tidak diduga-duga (terlintas di hatinya).’’
Berlomba lomba dalam dalam kebaikan ini diperintahkan Allah SWT dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 148 yang artinya: ’’Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu’’.
Arti fastabiqul khairat menurut H. Aminudin dan Harjan Syuhada adalah suatu konsep yang menghendaki setiap muslim untuk melakukan kebaikan demi mendapatkan rida Allah SWT. Kebaikan yang dimaksud adalah perbuatan yang menunjukkan sikap taat dan patuh dalam menjalankannya pun harus dilandasi semata-mata mengharapkan rida dan pahala dari Allah SWT.
Manfaat Fastabiqul Khairat
Memanfaatkan waktu dengan hal yang paling baik. Setiap waktu di manapun dan kapanpun senantiasa berbuat kebaikan. Meningkatkan mutu diri. Energi yang digunakan untuk berbuat kebaikan bukanlah sia-sia namun berguna untuk meningkatkan mutu diri menjadi lebih baik.
Terhindar dari godaan setan dan dosa. Fastabiqul khairat bermanfaat untuk melindungi diri dari godaan setan yang selalu mengajak pada keburukan dan kesesatan.
Maka seyogyanya waktu-waktu pada bulan Ramadan 1445 ini digunakan untuk bergerak memperbanyak berbagai amal kebaikan, seperti salat wajib lima waktu dan salat sunah tarawih, salat sunah lainnya, sedekah, membaca Al-Qur’an, zikir, doa dan istigfar untuk membersihkan hati semata-mata mengharapkan rida dan pahala dari Allah SWT. Teriring doa semoga ibadah kita semuanya di bulan Ramadan tahun ini diterima Allah SWT dan dipertemukan lagi bulan Ramadan tahun depan 1446 H pada situasi yang lebih bahagia. (*)
Editor : Fendy Hermansyah