IBNU Abbas, Rasulullah SAW bersabda. “Seandainya umatku mengetahui apa yang terdapat dalam bulan Ramadan, niscaya mereka menginginkan agar semua tahun itu menjadi Ramadan. Karena sesungguhnya semua kebaikan berkumpul di bulan Ramadan, ketaatan diterima (oleh Allah), semua doa dikabulkan, semua dosa diampuni dan surga rindu pada mereka.”
Sungguh Ramadan merupakan ajang yang baik dalam meraih pahala sebanyak-banyaknya. Tetapi yang demikian ini hanya bagi orang-orang yang mengerti keutamaan dan kemuliaan bulan Ramadan. Di dalam bulan inilah semua ketaatan yang kita lakukan diterima oleh Allah. Doa-doa kita diterima, juga semua dosa yang selama ini kita lakukan akan diampuni oleh Allah jika kita mau bertaubat. Sehingga pintu surga selalu terbuka bagi siapa saja yang mau menggunakan kesempatan di bulan Ramadan ini untuk beramal baik sebanyak-banyaknya.
Diceritakan bahwa Allah pernah berfirman kepada Nabi Musa AS, yang maksudnya adalah Nabi Muhammad telah diberi dua cahaya agar mereka tidak dicelakakan oleh dua kegelapan. Lalu Nabi Musa AS bertanya ’’wahai tuhanku” apakah dua cahaya itu? Allah berfirman ’’yaitu Cahaya bulan Ramadan dan cahaya Alqur’an” Nabi Musa pun bertanya lagi ’’Wahai tuhanku” apakah dua kegelapan itu? Allah berfirman ’’Yaitu kegelapan di dalam kubur dan kegelapan pada hari kiamat.”
Sekarang puasa telah tiba. Kita isi bulan Ramadan ini dengan memperbanyak amal kebaikan dan ibadah kepada Allah. Jauhi perbuatan munkar, kita tinggalkan kebiasaan berdusta, menggunjing orang lain, kita tinggalkan perasaan menipu, omong kosong dan perbuatan buruk lainnya. Kita bersihkan hati ini dari penyakit hati, seperti hasud, dengki, iri hati dan sejenisnya. Pendek kata, di dalam bulan Ramadan ini kita hadapi sepenuhnya dengan menyibukkan diri mengabdi kepada kepada Allah dan beramal saleh.
Ibarat petani, Ramadan ini merupakan masa panen yang penuh berkah. Semua amal kebaikan dibalas berlipat ganda oleh Allah. Oleh sebab itu, perbanyak membaca Alquran, perbanyak membaca salawat, memperbanyak zikir, memperbanyak tasbih, memperbanyak sedekah dan lain sebagainya.
Satu hal lagi yang tidak boleh kita lupakan di bulan Ramadan adalah menjalankan sholat malam. Seperti tahajjud, hajat dan tasbih. Lebih-lebih pada sepuluh malam yang terakhir dengan harapan memperoleh Lailatul Qadar, yaitu malam penentuan di mana ibadah waktu itu lebih baik dari pada seribu bulan.
Ada beberapa kesempatan emas di bulan suci Ramadan. Pertama, kesempatan untuk diampuni dosa-dosanya yang terdahulu melalui puasa Ramadan. Qiyam Ramadan dan qiyam Lailatul Qadar bila dilakukan dengan dasar imaanan dan ihtisaaban. (HR an-nasa’i no.2503 dan 2504). Dan setiap hari malaikat-malaikat memintakan ampunan bagi mereka saat berpuasa sampai berbuka orang-orang puasa diampuni dosa-dosa mereka pada malam terakhir bulan Ramadan. (HR Ahmad, al-Bazzar, al-Baihaqi).
Kedua, kesempatan untuk dilipatgandakan amal-amal kita, termasuk beribadah pada malam Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik dari 1000 bulan. Ketiga, peluang untuk mendapatkan doa-doa mustajab. ”orang yang berpuasa saat berbukanya memiliki doa mustajab yang tidak akan ditolak.”(HR Ibnu Majah dan al-Baihaqi). Lihat juga (QS. Al-Baqarah [2]:186)
Keempat, peluang untuk mendapatkan dua kesenangan yaitu kesenangan saat berbuka dan kesenangan saat berjumpa dengan Allah (HR at-Tirmizi). Kelima, peluang untuk mendapatkan surga melalui puasa. “bagi orang berpuasa pintu di surga yang disebut ar-Rayyan yang tidak dimasuki kecuali oleh mereka bila yang terakhir sudah masuk, maka pintu akan ditutup.”(HR an-Nasa’i).
Di sana masih banyak peluang bagi umat islam pada bulan Ramadhan ini untuk menggapai kesuksesan dunia dan akhirat tanpa batas, sungguh Ramadhan adalah bulan agung penuh berkah barang siapa yang tidak menggunakan peluang emas di dalamnya pasti akan menyesal selama-lamanya. “Ya Allah jadikanlah kami orang yang memaksimalkan Ramadhan untuk menggapai Rahmat-Mu, ampunan- Mu, dan dilepaskan dari siksa neraka.” Amin. (*)
Editor : Fendy Hermansyah