Makna tersebut menegaskan peran guru sebagai orang yang dapat dipercaya dan dipatuhi atas apa yang disampaikan (digugu).
Sedangkan ditiru berarti sosok yang menjadi teladan dan diikuti tindak tanduknya oleh siswa.
Menjadi sosok guru ideal merupakan keinginan semua guru sekaligus impian semua siswa, karena sosok ini dapat menjadi tauladan bagi mereka.
Guru yang ideal bukan saja mengajar, tetapi juga mendidik; tidak hanya menyampaikan teori, melainkan pula membimbing siswa ke arah yang lebih baik.
Selain itu, sosok tersebut mampu menerapkan semboyan Ki Hajar Dewantara, di mana seorang guru memberikan teladan, semangat, ide, dan mendorong siswa untuk meraih kesuksesan.
Guru yang ideal memiliki kreativitas dan inovasi yang membuat siswa merasa senang serta nyaman ketika belajar di sekolah.
Implementasi kreativitas dan inovasi guru bisa melalui pemanfaatan media ajar yang menarik, penggunaan teknologi, serta penerapan permainan edukatif.
Berbekal kepedulian, niat, usaha, dan semangat untuk membimbing siswa agar sukses di kemudian hari, kesulitan yang dihadapi guru dijadikan sebagai tantangan.
Ketika mampu menyelesaikan tantangan ini, kehadiran guru akan dinantikan, dan kepergiannya akan dikenang oleh siswa. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah