KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto - Masjid Baitul Muttaqin adalah masjid di kawasan Dusun Sasap, Desa Modongan, Kkecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.
Masjid yang berdiri pada 1847 ini sudah mengalami beberapa kali perubahan bentuk.
Arsitektur masjid terinspirasi dari salah satu masjid yang ada di Porong Sidoarjo yang sudah tenggelam oleh lumpur.
Menurut kisah cerita salah satu takmir, Musa Samsuddin masjid tersebut merupakan pusat kegiatan ibadah bagi agama Islam di kawasan Modongan yang berlangsung secara turun temurun.
Bahkan sampai sekarang masjid ini masih menjadi pusat kegiatan ibadah bagi umat muslim di kawasan tersebut.
Saat ini, konstruksi bangunan Masjid Baitul Muttaqin ini sudah mengalami banyak kerusakan pada pilar-pilar utama maupun pada bagian tembok penyangga dan saat ini sedang mengadakan renovasi konstruksi bangunan.
’’Untuk saat ini renovasi ketiga karena kurang layak untuk ibadah dan sudah banyak kerusakan akhirnya sekarang renovasi total,’’ jelasnya.
Selain merenovasi bangunan, panitia pembangunan masjid juga hendak melakukan pengembangan sarana ibadah lainnya.
Masjid yang terletak di tengah perkampungan ini sudah mengalami renovasi yang ketiga.
Agar, masjid bisa menampung lebih banyak jemaah. ’’Biasanya kalau sedang pengajian masjid ini dapat menampung 1.500 jemaah,’’ ungkapnya.
Lelaki berumur 60 tahun ini menyebutkan, luas masjid saat ini sekitar 440 meter persegi.
Tempat ibadah ini sering mengadakan kegiatan rutinan, juga aktivitas rutinan yang baru berjalan dua tahun yaitu santunan anak yatim.
’’Masjid ini juga ada kegiatan rutinan seperti ngaji kitab, ngaji Qur'an dan ada juga rutinan anak yatim setiap bulan,’’ tuturnya. (Mia Chalimatus Syaidah/fen)
Editor : Fendy Hermansyah