Musala yang berdiri sejak 1970 an ini direnovasi pada tahun 1982 dan menjadi masjid besar yang ramai jadi jujukan musafir.
Ketua takmir Masjid Al-Qodiry, Muhammad Alwi Hasyim mengatakan, sebelum menjadi masjid awalnya hanya musala panggung dari kayu.
Kemudian di renovasi secara bertahap dan akhirnya menjadi masjid besar.
"Renovasi masjid sekitar empat kali, karena tanah ini merupakan tanah wakaf dari tiga orang dan diwakafkan di tahun yang berbeda," ujar pria 40 tahun itu.
Dia juga menambahkan, masjid tersebut dibangun dua lantai dan memiliki luas sekitar 900 meter persegi.
Masjid Al-Qodiry memiliki fasilitas yang lengkap, mulai dari tempat parkir yang luas hingga fasilitas beribadah yang memadahi.
Masjid ini juga dapat menampung sekitar 800 jamaah lebih.
Selain itu, masjid ini juga ramai jadi jujukan musafir, karena letaknya dii pinggir jalan raya dan di tengah Pasar Tanjung Mojokerto.
Dari tempat yang strategis tersebut, dapat memudahkan para pedagang dan musafir yang ingin istirahat maupun menjalankan salat.
Dilihat dari lokasi tersebut, ketua takmir dan pengurus lainnya memberikan pelayanan kebersihan dan keamanan yang ekstra.
Sehingga dapat memberikan kenyamanan bagi jamaah.
"Sudah ada CCTV di berbagai sudut, agar mengantisipasi dari hal-hal yang tidak diinginkan," pungkas Hasyim. (Nailul Mufarichah/fen)
Editor : Fendy Hermansyah