Omzet yang diraup pembuat bingkisan berisi beragam hadiah itu meningkat seiring dengan makin banyaknya pesanan untuk hari raya.
Seperti yang sedang dialami pasutri perajin parsel Fery Prasetya, 41, dan Umi Safitri, 30, warga Lingkungan Kemasan Gang 2, Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon.
Demi memenuhi pesanan, keduanya sampai menambah karyawan, dari lima orang menjadi tujuh orang.
Fery mengungkapkan, pemesan parsel untuk Lebaran mayoritas masih dari wilayah Mojokerto Raya.
Mereka meliputi instansi pemerintahan, perusahaan, serta masyarakat umum.
’’Dari luar Mojokerto juga ada, tapi tidak begitu banyak,’’ katanya, kemarin. Fery mengaku masih mengutamakan layananan parsel untuk pelanggan lokal.
Jumlah pengorder mulai mengalami peningkatan sejak dua pekan menjelang Hari Raya Idulfitri ini.
Sebelum Ramadan, Fery sudah lebih dulu berinisiatif menjalin komunikasi dengan sejumlah perusahaan.
Dia menawarkan jasa pembuatan parsel Lebaran tersebut.
’’Alhamdulillah ada peningkatan dari beberapa pesanan karena kita jemput bola. Kita biasanya ke instansi, untuk tahun ini kita jemput bola ke PT dan CV untuk menawarkan produk,’’ ulas pemilik KnD Projects itu.
Fery memperkirakan omzet yang diraupnnya selama puasa ini akan mengalami peningakatan menjadi Rp 45 juta dari sebelumnya sekitar Rp 35 juta per bulan.
Tak hanya saat Ramadan, dia dan istri memang memiliki usaha layanan paket hantaran untuk hajatan dan pernikahan.
Khusus selama Ramadan, pihaknya pun menambah varian parsel. Isian bingkisan yang laris antara lain kue dan jajanan Lebaran, perabotan keramik, hingga sembako.
Kemasannya pun dibuat bervariatif bisa menggunakan rotan, kardus, plastik kain, keranjang bambu, dan keranjang plastik.
’’Kita menyesuaikan dari pesanan saja,’’ imbuh dia. Parsel buatannya ini dihargai dari Rp 85 ribu sampai yang termahal Rp 1,75 juta. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah