Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Ini Waktu yang Mustajab untuk Berdoa selama Ramadan

Fendy Hermansyah • Rabu, 20 Maret 2024 | 23:03 WIB

KHUSYUK: Seseorang berdoa dengan menundukkan kepala di dalam sebuah masjid. (foto: dok internet)
KHUSYUK: Seseorang berdoa dengan menundukkan kepala di dalam sebuah masjid. (foto: dok internet)
RAMADAN merupakan waktu yang istimewa untuk berbuat baik ke sesama makhluk dan berdoa kepada Allah SWT.

Di bulan tersebut manusia berlomba-lomba dalam kebaikan. Yakni menginginkan Ramadan tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya.

Oleh karena itu terdapat waktu yang mustajab di bulan Ramadan dan hal terserbut merupakan ikhtiar agar doa dapat terkabul. Berikut waktu yang dapat dijadikan momen mendekatkan diri kepada Allah selama Ramadan.

  1. Sepanjang Waktu Berpuasa

Waktu berpuasa yakni dari terbitnya fajar sampai tenggelamnya matahari. Sepanjang waktu tersebut adalah waktu yang baik dan mustajab untuk berdoa.

Imam Nawawi rahimahullah dalam Al-Majmu’ mengatakan bahwa orang yang sedang berpuasa dianjurkan untuk memperbanyak berdoa.

يُسْتَحَبُّ لِلصَّائِمِ أَنْ يَدْعُوَ فِي حَالِ صَوْمِهِ بِمُهِمَّاتِ الْآخِرَةِ وَالدُّنْيَا لَهُ وَلِمَنْ يُحِبُّ وَلِلْمُسْلِمِينَ

Artinya: “Disunahkan bagi orang yang berpuasa untuk berdoa dalam keadaan sedang berpuasa, dengan berbagai hajat akhirat dan hajat duniawi. Juga mendoakan orang-orang yang ia cintai dan mendoakan kaum Muslimin.” [Imam Nawawi, Al- Majmu’ Syarh Muhadzdzab, Daar El Fikr, Juz 6, hal. 375

  1. Waktu Berbuka

Saat berbuka tidak hanya menjadi waktu menikmati makanan saja, tetapi dapat digunakan untuk memperbanyak doa. Karena saat berbuka juga menjadi waktu mustajab terkabulnya doa. Hal tersebut sesuai dalam hadis Nabi Muhammad SAW, yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah.

Dalam hadis tersebut, Rasulullah SAW. bersabda: 

إِنَّ للصَائِم عِنْدَ فِطْرِهِ لَدَعْوَةً مَا 

Artinya: "Sungguh orang yang berpuasa mempunyai doa yang dikabulkan dan tidak akan ditolak tatkala berbuka puasa. " [HR Ibnu Majah no. 1743]

  1. Waktu Sahur

Pada waktu sahur sama seperti waktu sepertiga malam. Jadi, selama Ramadan ini umat Islam sangat beruntung karena dapat terjaga di malam hari. Pada waktu tersebut dapat dimanfaatkan untuk berdoa dan ibadah lainnya. Hal tersebut sesuai dengan hadis di bawah ini.

Rasulullah SAW bersabda:

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي، فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

Artinya: “Rabb kita tabaraka wa ta’ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Allah berfirman, “Siapa saja yang berdo’a kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni.” [HR. Bukhari, no. 1145 dan Muslim, no. 758].

  1. Malam Lailatul Qadar

Malam lailatul qadar didefinisikan sebagai malam 1000 bulan dan menjadi malam yang lebih baik dari malam lainnya. Datangnya lailatul qadar memang tidak ada yang tau, tetapi sudah diberikan penjelasan yakni pada 10 hari terakhir Ramadan. Doa menjadi amalan terbaik pada malam tersebut, hal ini dijelaskan melalui Aisya ra yang bertanya pada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, apa petunjukmu bila aku mendapati malam (Lailatul) Qadar itu, apa yang harus aku ucapkan?” Rasulullah Saw menjawab, “Ucapkanlah (doa).” (Nailul Mufarichah/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#mustajab #ramadan #mojokerto #doa