KABUPATEN - Tingkat partisipasi masyarakat (parmas) Kabupaten Mojokerto terhadap Pilkada 2024 menempati posisi urutan tertinggi ketiga di Jawa Timur. Dari 38 daerah yang menggelar pilkada, 84,7 persen parmas Kabupaten mampu mengalahkan parmas kota-kota besar seperti Kota Surabaya, Kabupaten Malang, hingga Jember.
Berdasarkan tabulasi KPU Provinsi Jawa Timur, tingkat parmas tertinggi ditempati Kabupaten Pamekasan dengan 87,57 persen dari daftar pemilih tetap (DPT) sebesar 676.308 warga. Disusul Kabupaten Sampang di posisi kedua dengan parmas sebesar 87,30 persen dari 761.421 warga yang masuk DPT. Sedangkan parmas Kabupaten Mojokerto mencatatkan 84,67 persen dari DPT sebesar 845.655 jiwa.
Atau sebanyak 716.588 warga yang menggunakan hak pilihnya saat pemungutan suara, 27 November lalu. ’’Ya kami mendapat informasi dari jika parmas Kabupaten ada di urutan ketiga. Capaian ini berkat kerja sama seluruh elemen penyelenggara dan stakeholder terkait mulai tingkat desa hingga daerah,’’ ungkap Komisioner Divisi Sosdiklih, Parmas, dan SDM KPU Kabupaten Mojokerto, Muslim Buchori.
Dari capaian itu, KPU menilai sosialisasi konvensional menjadi metode efektif dalam mengajak pemilih menggunakan hak pilihnya. Sosialisasi tatap muka, pemasangan alat peraga sosialisasi (APS), hingga ledang menggunakan mobil dinilai cukup banyak mendapat simpati masyarakat. ’’Masyarakat masih mempercayai cara-cara konvensional dalam sosialisasi. Justru metode digital hanya efektif untuk kalangan pemilih pemula atau Gen Z,’’ tandasnya.
Dari sosialisasi itu, KPU menganggarkan Rp 3 miliar untuk memenuhi kebutuhan. Yakni untuk 22 kali sosialisasi tatap muka dengan tujuh sasaran pemilih. Lalu pemasangan APS di 20 titik serta ledang di 10 titik yang tersebar di 18 kecamatan. Tidak hanya di tingkatan KPU, ledang juga digalakkan sampai di pelosok desa. Yakni dilakukan oleh panitia pemungutan suara (PPS) dan kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) pada H-1 coblosan.
’’Sosialisasi tatap muka di beberapa segmen pemilih, sosialisasi ledang dengan mobil pengeras suara di hari tenang, serta sosialisasi di masjid atau musalla se-Kabupaten mojokerto oleh PPS dan KPPS di H-1 coblosan,’’ pungkasnya. (far/fen)
Editor : Hendra Junaedi